<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Adipedia &#187; perang</title>
	<atom:link href="http://www.adipedia.com/tag/perang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.adipedia.com</link>
	<description>Segala hal tentang komputer, teknologi, dan ilmu pengetahuan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Aug 2010 09:35:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
<link>http://www.adipedia.com</link>
<url>http://www.adipedia.com/wp-content/mbp-favicon/house.png</url>
<title>Adipedia</title>
</image>
		<item>
		<title>F-16 Fighting Falcon</title>
		<link>http://www.adipedia.com/f-16-fighting-falcon/</link>
		<comments>http://www.adipedia.com/f-16-fighting-falcon/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 00:31:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adirossi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[f-16]]></category>
		<category><![CDATA[f-16 fighting falcon]]></category>
		<category><![CDATA[f16]]></category>
		<category><![CDATA[Militer]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[Pesawat Tempur]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adipedia.wordpress.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[F-16 Fighting Falcon adalah jet tempur multi-peran yang dikembangkan oleh General Dynamics, di Amerika Serikat. Pesawat ini awalnya dirancang sebagai pesawat tempur ringan, dan akhirnya berevolusi menjadi pesawat tempur multi-peran yang sangat populer. Kemampuan F-16 untuk bisa dipakai untuk segala macam misi inilah yang membuatnya sangat sukses di pasar ekspor, dan dipakai oleh 24 negara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-215" title="f16" src="http://adipedia.files.wordpress.com/2009/06/f16.jpeg" alt="f16" width="150" height="113" />F-16 Fighting Falcon adalah jet tempur multi-peran yang dikembangkan oleh General Dynamics, di Amerika Serikat. Pesawat ini awalnya dirancang sebagai pesawat tempur ringan, dan akhirnya berevolusi menjadi pesawat tempur multi-peran yang sangat populer. Kemampuan F-16 untuk bisa dipakai untuk segala macam misi inilah yang membuatnya sangat sukses di pasar ekspor, dan dipakai oleh 24 negara selain Amerika Serikat.</p>
<p>Pesawat ini sangat popular di mata international dan telah digunakan oleh 25 angkatan udara. F-16 merupakan proyek pesawat tempur Barat yang paling besar dan signifikan, dengan sekitar 4000 F-16 sudah di produksi sejak 1976. Pesawat ini sudah tidak diproduksi untuk Angkatan Udara Amerika Serikat, tapi masih diproduksi untuk ekspor.<br />
<span id="more-210"></span>F-16 dikenal memiliki kemampuan tempur di udara yang sangat baik, dengan inovasi seperti tutup kokpit tanpa bingkai yang memperjelas penglihatan, gagang pengendali samping untuk memudahkan kontrol pada kecepatan tinggi, dan kursi kokpit yang dirancang untuk mengurangi efek g-force pada pilot. Pesawat ini juga merupakan pesawat tempur pertama yang dibuat untu menahan belokan pada percepatan 9g.</p>
<p>Pada tahun 1993, General Dynamics menjual bisnis produksi pesawat mereka kepada Lockheed Corporation, yang kemudian menjadi bagian dari Lockheed Martin setelah merger dengan Martin Marietta pada tahun 1995.</p>
<p><strong>Sejarah</strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-211" title="f16" src="http://adipedia.files.wordpress.com/2009/06/f16iinflightso7.jpg" alt="f16" width="300" height="225" />Pada tahun 1960-an, Angkatan Udara dan Angkatan Laut Amerika Serikat menyimpulkan bahwa masa depan pertempuran udara akan ditentukan oleh peluru kendali yang semakin modern. Dan bahwa pesawat tempur masa depan akan digunakan untuk pengejaran jarak jauh, berkecepatan tinggi, dan menggunakan sistem radar yang sangat kuat untuk mendeteksi musuh dari kejauhan. Ini membuat desain pesawat tempur masa ini lebih seperti interseptor daripada pesawat tempur klasik. Pada saat itu, Amerika Serikat menganggap pesawat F-111 (yang pada saat itu masih dalam tahap pengembangan) dan F-4 Phantom akan cukup untuk kebutuhan pesawat tempur jarak jauh dan menengah, dan didukung oleh pesawat jarak dekat bermesin tunggal seperti F-100 Super Sabre, F-104 Starfighter, dan F-8 Crusader.</p>
<p>Pada Perang Vietnam, Amerika Serikat menyadari bahwa masih banyak kelemahan pada pesawat-pesawat mereka. Peluru kendali udara ke udara pada masa itu masih memiliki banyak masalah, dan pemakaiannya juga dibatasi oleh aturan-aturan tertentu. Selain itu, pertempuran di udara lebih banyak berbentuk pertempuran jarak dekat dimana kelincahan di udara dan senjata jarak dekat sangat diperlukan.</p>
<p>Kolonel John Boyd mengembangkan teori tentang perawatan energi pada pertempuran pesawat tempur, yang bergantung pada sayap yang besar untuk bisa melakukan manuver udara yang baik. Sayap yang lebih besar akan menghasilkan gesekan yang lebih besar saat terbang, dan biasanya menghasilkan jarak jangkau yang lebih sedikit dan kecepatan maksimum yang lebih kecil. Boyd menganggap pengorbanan jarak dan kecepatan perlu untuk menghasilkan pesawat yang bisa bermanuver dengan baik. Pada saat yang sama, pengembangan F-111 menemui banyak masalah, yang mengakibatkan pembatalannya, dan munculnya desain baru, yaitu F-14 Tomcat. Dorongan Boyd tentang pentingnya pesawat yang lincah, gagalnya program F-111, dan munculnya informasi tentang MiG-25 yang saat itu kemampuan dibesar-besarkan membuat Angkatan Udara Amerika Serikat memulai perancangan pesawat mereka sendiri, yang akhirnya menghasilkan F-15 Eagle.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-212" title="f16" src="http://adipedia.files.wordpress.com/2009/06/f16fighterbkd8.jpg" alt="f16" width="300" height="225" />Pada saat pengembangannya, F-15 berevolusi menjadi besar dan berat seperti F-111. Ini membuat Boyd frustrasi dan ia pun meyakinkan beberapa petinggi Angkatan Udara lain bahwa F-15 membutuhkan dukungan dari pesawat tempur yang lebih ringan. Grup petinggi Angkatan Udara ini menyebut diri mereka &#8220;fighter mafia&#8221;, dan mereka bersikeras akan dibutuhkannya program Pesawat Tempur Ringan (Light Weight Fighter, LWF).</p>
<p>Pada Mei 1971, Kongres Amerika Serikat mengeluarkan laporan yang mengkritik tajam program F-14 dan F-15. Kongres mengiyakan pendanaan untuk program LWF sebesar US$50 juta, dengan tambahan $12 juta pada tahun berikutnya. Beberapa perusahaan memberikan proposal, tetapi hanya General Dynamics dan Northrop yang sebelumnya sudah memulai perancangan dipilih untuk memproduksi prototip. Pesawat mereka mulai diuji pada tahun 1974. Program LWF awalnya merupakan program evaluasi tanpa direncanakan pembelian versi produksinya, tetapi akhirnya program ini dirubah namanya menjadi Air Combat Fighter, dan Angkatan Udara AS mengumumkan rencana untuk membeli 650 produk ACF. Pada tanggal 13 Januari 1975 diumumkan bahwa YF-16 General Dynamics mengalahkan saingannya, YF-17.</p>
<p><strong>Varian</strong></p>
<p>Varian F-16 ditandai oleh nomer blok yang menandakan pembaruan yang signifikan. Blok ini mencakup versi kursi tunggal dan kursi ganda.</p>
<p><strong>F-16 A/B</strong></p>
<p>F-16 A/B awalnya dilengkapi Westinghouse AN/APG-66 Pulse-doppler radar, Pratt &amp; Whitney F100-PW-200 turbofan, dengan 14.670 lbf (64.9 kN), 23.830 lbf (106,0 kN) dengan afterburner. Angkatan Udara AS membeli 674 F-16A dan 121 F-16B, pengiriman selesai pada Maret 1985.</p>
<p><em>Blok 1</em><br />
Blok awal (Blok 1/5/10) memiliki relatif sedikit perbedaan. Sebagian besar diperbarui menjadi Blok 10 pada awal 1980-an. Ada 94 Blok 1, 197 Blok 5, dan 312 Blok 10 yang diproduksi. Blok 1 model awal produksi dengan hidung dicat hitam.</p>
<p><em>Blok 5</em><br />
Diketahui kemudian bahwa hidung hitam menjadi identifikasi visual jarak jauh untuk pesawat Blok 1, sehingga warnanya diubah menjadi abu-abu untuk Blok 5 ini. Pada F-16 Blok 1, ditemukan bahwa air hujan dapat berkumpul pada beberapa titik di badan pesawat, sehingga untuk Blok 5 dibuat lubang saluran air.<br />
<em></em></p>
<p><em>Blok 10</em><br />
Pada akhir 1970-an, Uni Soviet secara signifikan mengurangi ekspor titanium, sehingga produsen F-16 mulai menggunakan alumunium. Metode baru pun dilakukan: aluminum disekrup ke permukaan pesawat Blok 10, menggantikan cara pengeleman pada pesawat sebelumnya.<br />
<em></em></p>
<p><em>Blok 15</em><br />
Perubahan besar pertama F-16, pesawat Blok 15 ditambahkan stabiliser horizontal yang lebih besar, ditambah dua hardpoint di bagian dagu, radar AN/APG-66 yang lebih baru, dan menambah kapasitas hardpoint bawah sayap. F-16 diberikan radio UHF Have Quick II. Blok 15 adalah varian F-16 yang paling banyak diproduksi, yaitu 983 buah. Produksi terakhir dikirim pada tahun 1996 ke Thailand. Indonesia memiliki varian ini sebanyak 12 unit.<br />
<em></em></p>
<p><em>Blok 15 OCU</em><br />
Mulai tahun 1987 pesawat Blok dikirim ke dengan memenuhi standar Operational Capability Upgrade (OCU), yang mencakup mesin F100-PW-220 turbofans dengan kontrol digital, kemamampuan menembakkan AGM-65, AMRAAM, dan AGM-119 Penguin, serta pembaruan pada kokpit, komputer, dan jalur data. Berat maksimum lepas landasnya bertambah menjadi 17.000 kg. 214 pesawat menerima pembaruan ini, ditambah dengan beberapa pesawat Blok 10.<br />
<em></em></p>
<p><em>Blok 20</em><br />
150 Blok 15 OCU untuk Taiwan dengan tambahan kemampuan yang serupa dengan F-16 C/D Blok 50/52: menembakkan AGM-45 Shrike, AGM-84 Harpoon, AGM-88 HARM, dan bisa membawa LANTIRN. Komputer pada Blok 20 diperbarui secara signifikan, dengan kecepatan proses 740 kali lipat, dan memori 180 kali lipat dari Blok 15 OCU.<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-213" title="F16_break_001" src="http://adipedia.files.wordpress.com/2009/06/f16_break_001.jpg" alt="F16_break_001" width="300" height="195" /></p>
<p><strong>Spesifikasi (F-16C Blok 30)</strong></p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Karakteristik umum</span></strong></p>
<p>* Kru: 1<img class="alignright size-medium wp-image-214" title="F16 diagram" src="http://adipedia.files.wordpress.com/2009/06/6-1-2009-2-11-32-pm.png?w=300" alt="F16 diagram" width="300" height="225" /><br />
* Panjang: 49 ft 5 in (14.8 m)<br />
* Lebar sayap: 32 ft 8 in (9.8 m)<br />
* Tinggi: 16 ft (4.8 m)<br />
* Area sayap: 300 ft² (27.87 m²)<br />
* Airfoil: NACA 64A204 root and tip<br />
* Berat kosong: 18,238 lb (8,272 kg)<br />
* Berat terisi: 26,463 lb (12,003 kg)<br />
* Berat maksimum lepas landas: 42,300 lb (16,875 kg)<br />
* Mesin: 1× Pratt &amp; Whitney F100-PW-220 afterburning turbofan<br />
o Dorongan kering: 14,590 lbf (64.9 kN)<br />
o Dorongan dengan afterburner: 23,770 lbf (105.7 kN)<br />
* Alternate powerplant: 1× General Electric F110-GE-100 afterburning turbofan<br />
o Dry thrust: 17,155 lbf (76.3 kN)<br />
o Thrust with afterburner: 28,985 lbf (128.9 kN)</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Performa</span></strong></p>
<p>* Kecepatan maksimum: &gt;Mach 2 (1,320 mph, 2,124 km/h) at altitude<br />
* Radius tempur: 340 mi (295 nm, 550 km) on a hi-lo-hi mission with six 1,000 lb (450 kg) bombs<br />
* Jarak jangkau ferri: &gt;3,200 mi (2,800 nm, 4,800 km)<br />
* Atap servis: &gt;55,000 ft (15,000 m)<br />
* Tingkat panjat: 50,000 ft/min (260 m/s)<br />
* Beban sayap: 88.2 lb/ft² (431 kg/m²)<br />
* Dorongan/berat: F100 0.898; F110 1.095</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Persenjataan</span></strong></p>
<p>* Senjata api: 1× 20 mm (0.787 in) M61 Vulcan gatling gun, 511 rounds<br />
* Roket: 2¾ in (70 mm) CRV7<br />
* Rudal:<br />
o Air-to-air missiles:<br />
+ 6× AIM-9 Sidewinder or<br />
+ 6× AIM-120 AMRAAM or<br />
+ 6× Python-4<br />
o Air-to-ground missiles:<br />
+ 6× AGM-65 Maverick or<br />
+ 4× AGM-88 HARM<br />
o Anti-ship missiles: 4× AGM-119 Penguin<br />
* Bom:<br />
o 2× CBU-87 cluster<br />
o 2× CBU-89 gator mine<br />
o 2× CBU-97<br />
o 4× GBU-10 Paveway<br />
o 6× GBU-12 Paveway II<br />
o 6× Paveway-series laser-guided bombs<br />
o 4× JDAM<br />
o 4× Mk 80 series<br />
o B61 nuclear bomb</p>
<p><strong>Pesawat sebanding</strong></p>
<p>* Chengdu J-10<br />
* Dassault Mirage 2000<br />
* F/A-18 Hornet<br />
* F-20 Tigershark<br />
* HAL Tejas<br />
* IAI Lavi<br />
* Mikoyan MiG-29</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.adipedia.com/f-16-fighting-falcon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Peluru Kendali (rudal) Itu?</title>
		<link>http://www.adipedia.com/apakah-peluru-kendali-rudal-itu/</link>
		<comments>http://www.adipedia.com/apakah-peluru-kendali-rudal-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 07:38:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adirossi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Persenjataan]]></category>
		<category><![CDATA[balistik]]></category>
		<category><![CDATA[Militer]]></category>
		<category><![CDATA[patriot]]></category>
		<category><![CDATA[peluru kendali]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[rudal]]></category>
		<category><![CDATA[rudal balistik]]></category>
		<category><![CDATA[rudal patriot]]></category>
		<category><![CDATA[tomahawk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adipedia.wordpress.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Peluru kendali (disingkat: rudal), peluru berpandu atau misil adalah senjata roket militer yang bisa dikendalikan atau memiliki sistem pengendali otomatis untuk mencari target atau menyesuaikan arah. Dalam penggunaan sehari-hari, istilah &#8220;misil&#8221; merujuk kepada roket dengan sistem kendali, sedangkan &#8220;roket&#8221; digunakan untuk roket tanpa sistem kendali. Perbedaan utama di antara dianggap sangat sedikit selain perbedaan sistem [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-179" title="images2" src="http://adipedia.files.wordpress.com/2009/05/images2.jpeg" alt="images2" width="135" height="96" />Peluru kendali (disingkat: rudal), peluru berpandu atau misil adalah senjata roket militer yang bisa dikendalikan atau memiliki sistem pengendali otomatis untuk mencari target atau menyesuaikan arah. Dalam penggunaan sehari-hari, istilah &#8220;misil&#8221; merujuk kepada roket dengan sistem kendali, sedangkan &#8220;roket&#8221; digunakan untuk roket tanpa sistem kendali. Perbedaan utama di antara dianggap sangat sedikit selain perbedaan sistem kendali.</p>
<p>Peluru kendali pertama digunakan dalam sebuah operasi adalah peluru kendali Jerman dalam Perang Dunia II. Yang paling terkenal adalah V-1 dan V-2, keduanya menggunakan sistem autopilot sederhana untuk menjaga arah terbang peluru agar tetap pada yang rute telah ditentukan sebelumnya.<br />
<span id="more-176"></span></p>
<p><strong>Jenis peluru kendali<br />
</strong></p>
<p><strong>Peluru kendali balistik</strong></p>
<p>Peluru kendali balistik adalah peluru kendali yang memakai lintasan trayektori yang ditentukan oleh balistik dalam sistem pengirimannya. Peluru kendali ini hanya dikendalikan dalam masa peluncuran saja. Peluru kendali balistik yang pertama adalah roket V-2 yang dikembangkan oleh Nazi Jerman pada 1930-an dan 1940-an atas instruksi dari Walter Dornberger. Peluru kendali balistik dapat diluncurkan dari lokasi tetap seperti silo misil, kendaraan peluncur, pesawat, kapal atau kapal selam. Tahap peluncuran dapat berlangsung dari puluhan detik sampai beberapa menit dan dapat terdiri sampai dengan tiga tingkat roket. Trayektori rudal balistik terdiri dari tiga tahap yaitu tahap peluncuran, tahap terbang bebas dan fase memasuki kembali atmosfir Bumi.<br />
<img class="aligncenter size-medium wp-image-174" title="Exocet-mil" src="http://adipedia.files.wordpress.com/2009/05/exocet-mil.jpg?w=300" alt="Exocet-mil" width="300" height="240" /></p>
<div id="attachment_175" class="wp-caption aligncenter" style="width: 245px"><img class="size-medium wp-image-175" title="LGM-30 Minuteman" src="http://adipedia.files.wordpress.com/2009/05/471px-minuteman3launch.jpg?w=235" alt="LGM-30 Minuteman, rudal balistik berhulu ledak nuklir AS." width="235" height="300" /><p class="wp-caption-text">LGM-30 Minuteman, rudal balistik berhulu ledak nuklir AS.</p></div>
<p><strong>Peluru kendali jelajah</strong></p>
<p>Peluru kendali jelajah adalah peluru kendali yang memakai sayap dan menggunakan jet sebagai tenaga penggerak. Peluru kendali jelajah intinya adalah bom terbang. Peluru kendali jelajah dirancang untuk membawa hulu ledak konvensional dalam jumlah besar atau nuklir dan dapat menjangkau ratusan mil dengan tingkat akurasi tinggi. Peluru kendali jelajah modern dapat terbang mencapai kecepatan supersonik atau di atas subsonik, menggunakan sistem kendali otomatis dan terbang pada ketinggian rendah untuk menghindari radar.</p>
<p>Rudal jelajah pertama yang dikembangkan adalah Kettering Bug yang dikembangkan oleh Amerika Serikat pada 1917 untuk digunakan dalam Perang Dunia I. Rudal ini terbang lurus untuk waktu yang telah ditentukan sebelumnya kemudian sayapnya akan dilepaskan untuk kemudian badan rudal yang mengandung hulu ledak jatuh menghujam tanah. Rudal ini tidak pernah digunakan dalam perang karena Perang Dunia I selesai sebelum rudal ini dapat digunakan. Rudal jenis ini yang terkenal antara lain adalah BGM-109 Tomahawk AS yang dapat mencapai jangkauan 1.100 km.</p>
<p><strong>Peluru kendali anti-kapal</strong></p>
<p><img class="size-medium wp-image-177 alignleft" title="RGM 84 Harpoon" src="http://adipedia.files.wordpress.com/2009/05/473px-uss_badger_ff-1071_launching_harpoon.jpg?w=236" alt="RGM 84 Harpoon" width="236" height="300" />RGM 84 HarpoonPeluru kendali anti-kapal adalah rudal yang fungsi utamanya adalah untuk menghancurkan kapal permukaan. Kebanyakan rudal anti-kapal menggunakan sistem pemandu inersial dan pelacak radar aktif. Rudal anti-kapal adalah salah satu dari sekian rudal jarak pendek yang digunakan dalam Perang Dunia II. Jerman menggunakannya untuk menenggalamkan banyak kapal sekutu sebelum pihak sekutu menemukan cara untuk mengatasinya (prinsipnya dengan radio jamming). Rudal anti-kapal dapat diluncurkan dari kapal, kapal selam, pesawat, helikopter dan kendaraan darat. Rudal anti-kapal yang terkenal dalam sejarah adalah rudal Jerman, Fritz X dan Henschel Hs 293.</p>
<p><strong>Peluru kendali darat ke udara</strong></p>
<p>Peluru kendali darat ke udara adalah peluru kendali yang diluncurkan dari darat untuk menghancurkan pesawat. Istilah terkenal untuk rudal jenis ini adalah SAM yang merupakan singkatan dari rudal darat ke udara dalam bahasa Inggris yaitu suface-to-air missile. Rudal darat ke udara dapat diluncurkan dari lokasi tetap atau kendaraan peluncur. SAM terkecil yang dikembangkan oleh Uni Soviet dapat dibawa dan diluncurkan oleh seorang tentara. SAM juga dapat diluncurkan dari kapal, contoh dari jenis ini adalah Aegis.</p>
<p><strong>Peluru kendali udara ke udara</strong></p>
<p>Peluru kendali udara ke udara adalah rudal yang dipasang di pesawat terbang dengan target menghancurkan pesawat musuh. Rudal udara ke udara yang terkenal antara lain adalah AIM-9 Sidewinder buatan Amerika Serikat. Rudal jenis ini dapat mendeteksi target dengan menggunakan pelacak radar, inframerah atau laser. Rudal udara ke udara umumnya berbentuk panjang, silinder tipis untuk mengurangi efek gesekan pada kecepatan tinggi. Rudal ini umumnya digerakkan oleh satu atau lebih roket berbahan bakar padat atau cair. MBDA Meteor buatan Britania Raya menggunakan ramjet dan dapat mencapai kecepatan Mach 4.</p>
<p><strong>Peluru kendali anti-tank</strong></p>
<p>Peluru kendali anti-tank adalah rudal yang fungsi utamanya untuk menghancurkan tank atau kendaraan lapis baja lainnya. Rudal anti-tank generasi pertama seperti AG-3 Sagger dikendalikan dengan menggunakan joystick. Rudal anti-tank generasi kedua seperti BGM-71 TOW dan AGM-114 Hellfire menggunakan radio, penanda laser atau kamera di ujung rudal. Rudal anti-tank generasi ketiga seperti FGM-148 Javelin buatan AS dan Nag buatan India adalah dari jenis &#8220;tembak dan lupakan&#8221;. Nag menggunakan pelacak inframerah serta gelombang milimeter.</p>
<p><strong>Peluru kendali anti-balistik</strong></p>
<p><img class="size-medium wp-image-178 alignleft" title="Patriot missile launch" src="http://adipedia.files.wordpress.com/2009/05/patriot_missile_launch_b.jpg?w=237" alt=" MIM-104 Patriot" width="237" height="300" /> MIM-104 PatriotPeluru kendali anti-balistik adalah peluru kendali dengan fungsi utama untuk menyergap dan menghancurkan peluru kendali balistik lawan. Rudal anti-balistik jarak pendek antara lain Arrow buatan Israel dan MIM-104 Patriot buatan AS. Sedangkan rudal anti-balistik yang dirancang untuk melawan ICBM sebelumnya hanya ada dua yaitu Safeguard AS yang menggunakan LIM-49A Spartan dan Sprint serta A-35 Rusia. A-35 kemudian dikembangkan menjadi A-135 yang menggunakan Gorgon dan Gazelle. Amerika Serikat kemudian mengembangkan Ground-Based Midcourse Defense.</p>
<p><strong>Peluru kendali anti-satelit</strong></p>
<p>Peluru kendali anti-satelit adalah rudal yang memiliki fungsi untuk menghancurkan satelit buatan musuh. Rudal jenis ini antara lain adalah Anti-satellite weapons (ASAT) yang diluncurkan dari pesawat. Rudal jenis ini relatif masih dalam tahap pengembangan.</p>
<p><strong>Torpedo</strong></p>
<p>Torpedo adalah proyektil berpenggerak sendiri yang diluncurkan dari atas permukaan atau di bawah permukaan air yang kemudian meluncur di bawah permukaan air, dirancang untuk meledak pada kontak atau jarak tertentu dengan target. Torpedo dapat diluncurkan dari kapal, kapal selam, helikopter, pesawat dan ranjau laut. Beberapa contoh torpedo modern antara lain MK 48 AS yang diluncurkan dari tabung torpedo kapal selam dan menggunakan sonar pasif atau aktif, serta VA-111 Shkval buatan Rusia yang menggunakan efek superkavitasi dapat mencapai kecepatan 200 knot atau 370 km/jam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.adipedia.com/apakah-peluru-kendali-rudal-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (enhanced) (user agent is rejected)
Database Caching 1/10 queries in 0.278 seconds using disk

Served from: www.adipedia.com @ 2010-09-07 22:05:56 -->