Trompet plastik yang biasa disebut vuvuzela ini, bisa menjadi sumber perdebatan yang panas di Piala Dunia tahun depan karena bunyi trompet plastik ini disamakan dengan suara lebah yang marah, bahkan dengan suara gajah.
Berukuran panjang satu meter dan terbuat dari plastik, trompet ini seakan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tradisi sepakbola Afrika Selatan.Namun beberapa kalangan berpendapat trompet ini sebaiknya dilarang di arena Piala Dunia. Mereka yang menentang trompet ini antara lain adalah para pemain dan pengelola stasiun televisi. Pihak yang menentang bertambah setelah ketua asosiasi sepakbola Jepang juga mengusulkan pelarangan trompet tersebut.
Usai pertandingan persahabatan antara Jepang dan Afrika Selatan, Motoaki Inukai mengatakan suara trompet plastik ini sangat keras, sehingga pemain tidak bisa berkomunikasi meski jarak mereka hanya beberapa meter satu sama lain. Inukai mengatakan dia akan membawa persoalan ini ke FIFA pada awal Desember, ketika organisasi ini menggelar undian Piala Dunia. Dia ingin vuvuzela dilarang, kecuali bila tim tuan rumah Afrika Selatan bertanding.
Di dalam lapangan, sejauh ini vuvuzela gagal mendongkrak prestasi Afrika Selatan. Mereka di peringkat 85 dunia dan gagal memetik kemenangan dalam empat pertandingan terakhir.
Read also

