<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Adipedia &#187; Keluarga</title>
	<atom:link href="http://www.adipedia.com/category/keluarga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.adipedia.com</link>
	<description>Segala hal tentang komputer, teknologi, dan ilmu pengetahuan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 00:42:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=4770</generator>
<image>
<link>http://www.adipedia.com</link>
<url>http://www.adipedia.com/wp-content/mbp-favicon/house.png</url>
<title>Adipedia</title>
</image>
		<item>
		<title>Gen Mempengaruhi Tingkat Emosi Seseorang</title>
		<link>http://www.adipedia.com/gen-mempengaruhi-tingkat-emosi-seseorang/</link>
		<comments>http://www.adipedia.com/gen-mempengaruhi-tingkat-emosi-seseorang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 01:07:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Atare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[gen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.adipedia.com/?p=2832</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah studi terbaru menemukan bahwa seseorang bisa mudah marah atau tidak tergantung pada gennya. Isolasi gen yang disebut DARPP-32 membantu menjelaskan mengapa ada orang yang mudah marah akibat provokasi, sementara yang lain masih bisa tetap tenang. Lebih dari 800 orang diminta mengisi kuesioner yang dirancang untuk mempelajari bagaimana mereka menangani kemarahan. Ada tiga versi gen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="gen mempengaruhi tingkat emosi seseorang" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:FWNmUCIlLmZ-cM:http://s.chakpak.com/se_images/222566_-1_564_none/angry-young-baby-lolz-wallpaper.jpg" alt="" width="75" height="81" />Sebuah studi terbaru menemukan bahwa seseorang bisa mudah marah atau  tidak tergantung pada gennya. Isolasi gen yang disebut DARPP-32 membantu  menjelaskan mengapa ada orang yang mudah marah akibat<span id="more-2832"></span> provokasi,  sementara yang lain masih bisa tetap tenang.</p>
<p>Lebih dari 800  orang diminta mengisi kuesioner yang dirancang untuk mempelajari  bagaimana mereka menangani kemarahan.</p>
<p>Ada tiga versi gen yang  mempengaruhi kemarahan, yaitu “TT”, “TC”, dan “CC”. Biasanya, orang yang  memiliki gen versi “TT” atau “TC” kemarahannya lebih signifikan  dibanding orang yang memiliki gen versi “CC”.</p>
<p>Penelitian dari  Universitas Bonn menemukan bahwa orang yang warna abu-abu di amigladanya  tidak banyak, yakni bagian otak yang membantu menjaga emosi agar tetap  seimbang, kemarahannya lebih besar.</p>
<p>“Dengan kata lain, mereka  tidak mampu mengendalikan perasaan mereka,” kata Martin Reuter, peneliti  yang termasuk dalam kategori “TC”.</p>
<p>“Saya bukan pemarah tapi saya  bisa marah jika itu sangat penting,” kata Martin.</p>
<p>Versi TT dan  TC lebih umum dalam populasi Barat. Penelitian menunjukkan bahwa  demonstrasi kemarahan dapat membantu orang untuk lebih maju dalam  hidupnya.</p>
<p>Awal tahun ini dilaporkan bahwa menunjukkan kemarahan  daripada menekan emosi merupakan kunci sukses untuk kehidupan pribadi.</p>
<p>Laporan  dalam jurnal Behavioural Brain Research menunjukkan bahwa genetika  hanya mencapai sekitar setengah dari disposisi kita terhadap kemarahan,  sementara DARPP-32 adalah salah satu dari beberapa gen yang terlibat.</p>
<p>Sumber: vivanews</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.adipedia.com/gen-mempengaruhi-tingkat-emosi-seseorang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Memperkuat Daya Ingat</title>
		<link>http://www.adipedia.com/tips-memperkuat-daya-ingat/</link>
		<comments>http://www.adipedia.com/tips-memperkuat-daya-ingat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 13:26:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Atare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[daya ingat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.adipedia.com/?p=2790</guid>
		<description><![CDATA[Daya ingat identik dengan faktor usia. Semakin lanjut usia seseorang, semakin menurun daya ingatnya. Namun, banyak cara bisa dilakukan untuk memaksimalkan dan memperkuat kemampuan daya ingat kita walapun usia tidak lagi muda. Beberapa tips di bawah dapat membantu anda memperkuat daya ingat 1. Senam Otak Otak semacam otot yang perlu dilatih secara berkala. Caranya, buat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="tips memperkuat daya ingat" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:PCYyZ7I6QdX8rM:http://www.cogmed.com/CogmedAdmin/gfx/photos/Flicka_skola_stor1.jpg" alt="" width="100" height="75" />Daya ingat identik dengan faktor usia. Semakin lanjut usia seseorang,  semakin menurun daya ingatnya. Namun, banyak cara bisa dilakukan untuk  memaksimalkan dan memperkuat kemampuan daya ingat <span id="more-2790"></span>kita walapun usia tidak lagi muda. Beberapa tips di bawah dapat membantu anda memperkuat daya ingat</p>
<p><strong>1. Senam Otak </strong></p>
<p>Otak  semacam otot yang perlu dilatih secara berkala. Caranya, buat tantangan  atau tebak-tebakkan untuk diri sendiri yang dapat mengasah ingatan.  Misalnya, menyebut judul lagu-lagu lama, mengingat bait puisi saat  kecil, atau sebut 10 barang yang ada di kulkas.</p>
<p><strong>2.  Makanan</strong></p>
<p>Bukan hanya minyak ikan yang dapat mempertajam daya  ingat, tetapi juga bahan makanan berwarna merah dan ungu seperti  blueberry, buah bit, dan bawang merah. Bahan makanan kaya asam folat  seperti brokoli, pisang, dan kacang polong juga bermanfaat menjaga  kesehatan otak.<br />
<strong><br />
3. Air Putih </strong></p>
<p>Fakta  menunjukkan bahwa seluruh fungsi organ tubuh akan berjalan dengan baik  ketika mendapat asupan air yang cukup. Tak terkecuali fungsi otak.  Biasakan minum 6-8 gelas air putih sehari.<br />
<strong><br />
4. Tidur  Cukup </strong></p>
<p>Tidur dibutuhkan agar sel tubuh beristirahat dan  beregenerasi. Termasuk sel otak. Sebab itu, usahakan bangun kerja sama  fisik dan mental yang baik agar tercipta tidur sehat dan berkualitas.</p>
<p><strong>5.  Santai </strong></p>
<p>Tekanan atau stres membuat kerja otak melemah dan  sulit berkonsentrasi. Dalam kondisi demikian, istirahatlah sejek sambil  melakukan aktivitas santai seperti membaca buku, bermain game online  untuk memulihkan kerja otak.<br />
<strong><br />
6. Permainan Asah Otak </strong><br />
Kebiasaan  mengisi teka-teki silang yang tersedia di koran atau memainkan sudoku  di telepon genggam bermanfaat positif untuk meningkatkan daya ingat  seseorang.<br />
<strong><br />
7. Berpikir </strong></p>
<p>Mengingat satu hal  yang tak kunjung muncul di kepala pasti menjengkelkan. Saat  mengalaminya, jangan panik. Tenangkan diri sesaat sambil memikirkan  hal-hal ringan seperti jenis buah-buahan, jenis olahraga air, atau  nama-nama sahabat. Aktivitas itu akan membantu seseorang lebih cepat  mengingat hal penting yang ia lupakan.</p>
<p><strong>8. Bertamasya ke  Masa Lalu </strong></p>
<p>Melihat kembali hal-hal di masa lalu secara tidak  langsung melatih ingatan jangka panjang. Saat pulang kampung misalnya,  cobalah memunculkan kembali kenangan masa kecil.</p>
<p><strong>9.  Berpikir Lewat Gambar </strong></p>
<p>Cara ini bisa dipraktikkan saat  menyusun daftar belanja. Catat barang-barang yang akan dibeli sambil  membayangkan diri sedang berjalan menyusuri lorong-lorong supermarket  dan menemukan produk yang diinginkan.</p>
<p><strong>10. Olahraga</strong></p>
<p>Lakukan  latihan fisik yang merangsang perbaikan sirkulasi darah seperti  jogging, dan aerobik. Sirkulasi darah yang lancar akan meningkatkan  produksi oksigen ke otak yang sangat bermanfaat untuk mempertajam  kemampuan berpikir.</p>
<p><strong>11. Banyak Berbicara</strong></p>
<p>Banyak2lah berbicara, asalkan berbicara yang bermutu dan menyangkut hal2 yang dapat mengelola otak anda, seperti berdiskusi, berdebat dll, Latih kemampuan anda untuk mengeluarkan apa yang ada dalam pikiran anda. Menyembunyikannya hanya akan membuat anda menjadi pasif, tidak berkembang dan justru semakin bodoh. Dengan banyak berbicara anda akan mereload (memanggil) kembali ingatan2 yang ada di otak anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.adipedia.com/tips-memperkuat-daya-ingat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Lebih Sehat Jika Ibunya Tak Bekerja</title>
		<link>http://www.adipedia.com/anak-lebih-sehat-jika-ibunya-tak-bekerja/</link>
		<comments>http://www.adipedia.com/anak-lebih-sehat-jika-ibunya-tak-bekerja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 17:04:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adirossi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.adipedia.com/?p=963</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak yang memiliki ibu yang bekerja umumnya tidak lebih sehat dibanding anak-anak dengan ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Di Inggris, saat ini hampir dua dari tiga anak usia balita memiliki ibu yang bekerja dan jumlah ini kemungkinan besar akan terus meningkat. Namun yang mengkhawatirkan, hasil riset terbaru menyebutkan kondisi seperti ini bisa berpengaruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="Ibu dan anak" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:UjdPVE895ya0eM:http://kbobbitt.com/mom-and-son_low.jpg" alt="" width="149" height="112" />Seorang anak yang memiliki ibu yang bekerja umumnya tidak lebih sehat  dibanding anak-anak dengan ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Di Inggris, saat ini hampir dua dari tiga anak usia balita memiliki ibu yang bekerja dan jumlah ini kemungkinan besar akan terus meningkat. Namun yang mengkhawatirkan, hasil riset terbaru menyebutkan kondisi seperti ini bisa berpengaruh terhadap kesehatan si anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Anak-anak dengan ibu yang bekerja akan kurang diberikan perhatian dan cenderung lebih sering menghabiskan waktu di sekolah atau tempat les, menonton televisi lebih dari dua jam sehari, dan tidak terkontrol dalam hal asupan makanan. Mereka pun lebih sedikit mengkonsumsi buah dan sayuran sebagai salah satu sumber vitamin yang menyehatkan tubuh.</p>
<p><span id="more-963"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Survei yang dilakukan Institute of Child Health, London, terhadap sekira 12.000 balita di Inggris menemukan bahwa anak-anak dengan ibu yang bekerja penuh lebih sedikit makan buah dan sayuran. Namun kondisi ini tidak terjadi pada anak-anak yang ibunya bekerja paruh waktu. &#8220;Hasil riset yang kami kemukakan bukan untuk menyarankan para ibu agar tidak bekerja,&#8221; kata dokter anak, Profesor Catherine Law. &#8220;Temuan ini lebih menekankan pentingnya kebutuhan akan kebijakan dan program untuk mendukung para orangtua dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi putra putri mereka,&#8221; tambahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil survei menunjukkan, sekira 60 persen wanita yang memiliki anak usia balita di Inggris dan AS adalah seorang ibu yang bekerja. &#8220;Ketidakluwesan jam kerja sangat mungkin membatasi kapasitas para orangtua dalam mendampingi putra putri mereka dalam aktivitas fisik dan menyediakan makanan sehat,&#8221; terang Law. Dari studi ini juga diketahui bahwa anak-anak yang berasal dari keluarga menengah ke bawah mengalami masalah yang sama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.adipedia.com/anak-lebih-sehat-jika-ibunya-tak-bekerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (enhanced) (user agent is rejected)
Database Caching 2/11 queries in 0.028 seconds using disk

Served from: www.adipedia.com @ 2010-07-30 02:34:01 -->