<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Adipedia &#187; Antariksa</title>
	<atom:link href="http://www.adipedia.com/category/astronomi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.adipedia.com</link>
	<description>Segala hal tentang komputer, teknologi, dan ilmu pengetahuan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 00:42:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1704</generator>
<image>
<link>http://www.adipedia.com</link>
<url>http://www.adipedia.com/wp-content/mbp-favicon/house.png</url>
<title>Adipedia</title>
</image>
		<item>
		<title>Teleskop Planck Ambil Gambar Keseluruhan Alam Semesta</title>
		<link>http://www.adipedia.com/teleskop-planck-ambil-gambar-keseluruhan-alam-semesta/</link>
		<comments>http://www.adipedia.com/teleskop-planck-ambil-gambar-keseluruhan-alam-semesta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 17:11:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adirossi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Antariksa]]></category>
		<category><![CDATA[Planck Berhasil Abadikan Jagat Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Teleskop Planck]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.adipedia.com/?p=5677</guid>
		<description><![CDATA[Gambar keseluruhan alam semesta hasil jepretan teleskop Planck milik Badan Antariksa Eropa (ESA) dipublikasikan. Sebagai informasi, Planck, satelit yang menelan biaya 600 juta euro tersebut diluncurkan tahun lalu oleh ESA. Seperti dikutip dari laman Telegraph, Senin, 5 Juli 2010, satelit Planck dikirim ke jarak jutaan mil di angkasa luar untuk merekam asal muasal alam semesta. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Teleskop Planck Tangkap Gambar Keseluruhan Alam Semesta" src="http://img341.imageshack.us/img341/7954/92472gambarpertamaalams.jpg" alt="" width="90" height="70" />Gambar keseluruhan alam semesta hasil jepretan teleskop <strong>Planck</strong> milik  Badan Antariksa Eropa (ESA) dipublikasikan. Sebagai informasi, Planck,  satelit yang menelan biaya 600 juta euro tersebut <span id="more-5677"></span>diluncurkan tahun lalu  oleh ESA.</p>
<p>Seperti dikutip dari laman Telegraph, Senin, 5 Juli  2010, satelit Planck dikirim ke jarak jutaan mil di angkasa luar untuk  merekam asal muasal alam semesta. Tugas satelit observator Planck adalah  mengamati umur, muatan, dan evolusi kosmos dengan mempelajari suhu  panas peninggalan Big Bang.</p>
<p>September tahun lalu, Planck mulai  mengungkapkan citra pertama alam semesta berupa jalur-jalur cahaya  berusia kuno di langit. Sekarang, Planck menghasilkan gambar langit  secara menyeluruh. Citra tersebut menunjukkan objek di luar Bumi yang  bisa terlihat oleh instrumen yang sensitif terhadap cahaya pada panjang  gelombang yang sangat panjang.</p>
<div>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 740px"><img src="http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2010/07/05/article-0-0A53DB94000005DC-624_964x506.jpg" alt="" width="730" height="383" /><p class="wp-caption-text">Gambar seluruh alam semesta yang menakjubkan yang diambil oleh Planck. Gambar didominasi oleh cahaya cerah dari galaksi Bima Sakti</p></div>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 741px"><img src="http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2010/07/05/article-0-0A53DC98000005DC-927_964x536.jpg" alt="" width="731" height="406" /><p class="wp-caption-text">Konstelasi Orion dapat dilihat di sudut kanan, sedangkan tekstur berbintik-bintik radiasi akan memberikan para astronom petunjuk baru tentang pembentukan alam semesta</p></div>
</div>
<p>Galaksi Bima Sakti mendominasi  gambar. Garis horisontal berwarna terang di tengah gambar adalah cakram  utama galaksi di mana terletak Matahari dan Bumi.</p>
<p>Yang tampak  terlihat di bagian atas adalah awan debu yang mencapai ribuan tahun  cahaya. Sedangkan di bawah adalah bidang datar galaktik. Ilmuwan akan  membutuhkan bertahun-tahun untuk menganalisis gambar tersebut agar bisa  memahami mengapa alam semesta bisa seperti keadaannya saat ini.</p>
<p>“Yang  Anda lihat adalah struktur galaksi kita dalam bentuk gas dan debu. Itu  memberi tahu kita tentang apa yang terjadi di area sekitar Matahari, dan  juga memberi tahu kita mengenai cara pembentukan galaksi bila kita  bandingkan dengan galaksi lain,” kata Profesor Andrew Jaffe, anggota tim  Planck dari Imperial College London, pada BBC News.</p>
<p>Referensi: vivanews, DailyMail</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.adipedia.com/teleskop-planck-ambil-gambar-keseluruhan-alam-semesta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seperti Inilah Jika Dua Galaksi Bergabung Menjadi Satu</title>
		<link>http://www.adipedia.com/seperti-inilah-jika-dua-galaksi-bergabung-menjadi-satu/</link>
		<comments>http://www.adipedia.com/seperti-inilah-jika-dua-galaksi-bergabung-menjadi-satu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 06:30:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adirossi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galaksi]]></category>
		<category><![CDATA[galaksi]]></category>
		<category><![CDATA[Galaksi yang bergabung]]></category>
		<category><![CDATA[Penggabungan Galaksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.adipedia.com/?p=5252</guid>
		<description><![CDATA[Bergabungnya dua galaksi dapat terjadi ketika dua (atau lebih) galaksi bertabrakan. Itu merupakan interaksi galaksi yang paling ekstrim. Meskipun penggabungan galaksi tidak melibatkan bintang atau sistem bintang sebenarnya bertabrakan, karena jarak yang sangat jauh antara bintang-bintang di sebagian besar keadaan, interaksi gravitasi antara galaksi dan gesekan antara gas dan debu memiliki efek besar pada galaksi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Jika Dua Galaksi Bergabung" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:eyNuXQ5GXElGcM:http://getlitstaylit.files.wordpress.com/2009/06/spiral-galaxy.jpg" alt="" width="90" height="71" />Bergabungnya dua galaksi dapat terjadi ketika dua (atau lebih) galaksi bertabrakan. Itu merupakan interaksi galaksi yang paling ekstrim. Meskipun penggabungan galaksi tidak melibatkan bintang atau <span id="more-5252"></span>sistem bintang sebenarnya bertabrakan, karena jarak yang sangat jauh antara bintang-bintang di sebagian besar keadaan, interaksi gravitasi antara galaksi dan gesekan antara gas dan debu memiliki efek besar pada galaksi yang terlibat. Efek pasti dari penggabungan tersebut tergantung pada berbagai parameter seperti sudut tabrakan, kecepatan, dan relatif ukuran / komposisi, dan saat ini merupakan wilayah penelitian yang sangat aktif. Ada beberapa hasil yang berlaku umum, namun:</p>
<ul>
<li>Ketika salah satu galaksi secara signifikan lebih besar dari yang lain, semakin besar akan sering &#8220;makan&#8221; yang lebih kecil, sebagian besar menyerap gas dan bintang-bintang dengan pengaruh besar kecil lainnya di galaksi yang lebih besar. galaksi rumah kami, Bima Sakti, diperkirakan saat ini menyerap galaksi yang lebih kecil dengan cara ini, seperti Canis Major Dwarf Galaxy, dan mungkin Awan Magellan. Virgo Stellar Stream adalah dianggap sebagai sisa-sisa galaksi kerdil yang telah sebagian besar bergabung dengan Bima Sakti.</li>
<li>Jika dua galaksi spiral yang hampir bertabrakan ukuran yang sama di sudut yang tepat dan kecepatan, kemungkinan besar mereka akan bergabung dengan cara yang mengusir banyak debu dan gas melalui berbagai mekanisme umpan balik yang sering termasuk tahap di mana ada aktif inti galaksi. Hal ini diduga menjadi kekuatan pendorong di belakang quasar banyak. Hasil akhirnya adalah sebuah galaksi elips, dan banyak astronom hipotesa bahwa ini adalah mekanisme utama yang menciptakan ellipticals.</li>
</ul>
<div>
<p><img src="http://u.kaskus.us/5/078vp0hi.jpg" border="0" alt="" /></p>
</div>
<div>
<div>
<p><img src="http://u.kaskus.us/5/nsehxbvf.jpg" border="0" alt="" /></p>
</div>
<div>
<div>
<div>
<p><img src="http://u.kaskus.us/5/hpgm1qvr.jpg" border="0" alt="" /></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p>Perhatikan bahwa Bima Sakti dan Galaksi Andromeda mungkin akan bertabrakan di sekitar 4,5 milyar tahun. Jika galaksi-galaksi bergabung, hasilnya cukup akan mungkin menjadi galaksi elips seperti dijelaskan di atas.</p>
<p>Salah satu galaksi merger terbesar yang pernah diamati terdiri dari empat galaksi elips di cluster CL0958 4702. Mungkin bentuk salah satu galaksi terbesar di alam semesta.</p>
<p>Penggabungan galaksi dapat disimulasikan dalam komputer, untuk mempelajari lebih lanjut tentang pembentukan galaksi. pasang Galaxy awalnya dari semua jenis morfologi dapat diikuti, dengan mempertimbangkan semua kekuatan gravitasi, dan juga disipasi hidrodinamika dan gas antar bintang, bintang dari pembentukan gas, dan energi dan massa dirilis kembali pada medium antarbintang oleh supernova.</p>
<p><object width="640" height="385"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/lGwEQEnkbJc&#038;color1=0xb1b1b1&#038;color2=0xd0d0d0&#038;hl=en_US&#038;feature=player_embedded&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowScriptAccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/lGwEQEnkbJc&#038;color1=0xb1b1b1&#038;color2=0xd0d0d0&#038;hl=en_US&#038;feature=player_embedded&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="640" height="385"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.adipedia.com/seperti-inilah-jika-dua-galaksi-bergabung-menjadi-satu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Brown Dwarf, Bintang yang Paling Dingin di Alam Semesta</title>
		<link>http://www.adipedia.com/brown-dwarf-bintang-yang-paling-dingin-di-alam-semesta/</link>
		<comments>http://www.adipedia.com/brown-dwarf-bintang-yang-paling-dingin-di-alam-semesta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 03:44:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adirossi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bintang]]></category>
		<category><![CDATA[Bintang yang paling dingin di jagat raya]]></category>
		<category><![CDATA[Brown Dwarf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.adipedia.com/?p=5181</guid>
		<description><![CDATA[Para ahli astronomi telah menemukan Brown Dwarf atau yang disebut dengan bintang coklat kerdil. Bintang ini adalah bintang yang paling dingin jika dengan bintang-bintang pada umumnya yaitu memiliki suhu sekitar 177-327 derajat C. Sangat dingin jika dibandingkan suhu matahari kita yang mencapai 5.500 derajat C pada permukaannya. Bintang ini rata-rata berukuran 10 kali massa Jupiter. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Brown Dwarf, Bintang yang Paling Dingin di Alam Semesta" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:uxZS5a7-qzjtNM:http://spaceflightnow.com/news/n0205/22closest/sizes.jpg" alt="" width="90" height="97" />Para ahli astronomi telah menemukan <strong>Brown Dwarf</strong> atau yang disebut dengan <a href="http://www.adipedia.com/tag/bintang/" target="_blank">bintang</a> coklat kerdil. Bintang ini adalah bintang yang paling dingin jika dengan bintang-bintang pada umumnya yaitu memiliki <span id="more-5181"></span>suhu sekitar 177-327 derajat C. Sangat dingin jika dibandingkan suhu matahari kita yang mencapai 5.500 derajat C pada permukaannya.</p>
<p>Bintang ini rata-rata berukuran 10 kali massa Jupiter. Awalnya Brown Dwarf sama seperti bintang lainnya  namun ia tidak memiliki massa yang cukup untuk memicu reaksi fusi nuklir untuk bersinar lebih terang dan lebih panas.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 460px"><img src="http://i.space.com/images/091130-brown-dwarfs-02.jpg" alt="" width="450" height="563" /><p class="wp-caption-text">Gambar di atas menunjukkan dua Brown Dwarf muda (image credit: space.com)</p></div>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img src="http://i.space.com/images/spitzer-brown-dwarfs-100625-02.jpg" alt="" width="550" height="550" /><p class="wp-caption-text">Gambar yang berada ditengah (warna merah kecil) diyakini para ahli sebagai bintang paling dingin di alam semesta. Bintang tersebut diberi nama SDWFS J143524.44+335334.6 dengan suhu sekitar 327 derajat C. Bintang tersebut ditemukan oleh NASA&#39;s Spitzer Space  Telescope.</p></div>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 460px"><img id="imgb" src="http://www.nova.org/%7Esol/solcom/stars/b-dwarfs.gif" alt="" width="450" height="360" /><p class="wp-caption-text">Perbedaan suhu dan kecerahan cahaya bintang</p></div>
<p>Referensi: http://www.space.com/scienceastronomy/universe-coldest-stars-100625.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.adipedia.com/brown-dwarf-bintang-yang-paling-dingin-di-alam-semesta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Misteri Aurora Hijau di Kutub Selatan Akhirnya Terungkap</title>
		<link>http://www.adipedia.com/misteri-aurora-hijau-di-kutub-selatan-akhirnya-terungkap/</link>
		<comments>http://www.adipedia.com/misteri-aurora-hijau-di-kutub-selatan-akhirnya-terungkap/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 15:22:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adirossi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Antariksa]]></category>
		<category><![CDATA[Aurora australis]]></category>
		<category><![CDATA[Aurora borealis]]></category>
		<category><![CDATA[Misteri Aurora Hijau di Kutub Selatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.adipedia.com/?p=5070</guid>
		<description><![CDATA[Misteri munculnya aurora hijau yang tampak menyala-nyala di kutub selatan akhirnya berhasil diungkap oleh para ahli astronomi. Aurora tersebut disebabkan karena adanya perubahan partikel yang berasal dari matahari yang dikenal sebagai angin matahari. Interaksi partikel tersebut dengan medan magnet bumi menyebabkan tumbukan dengan atom oksigen dan nitrogen di atmosfer. Jika terjadi di utara disebut aurora [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Misteri Aurora Hijau di Kutub Selatan Akhirnya Terungkap" src="http://img341.imageshack.us/img341/2580/article12882840050c62b0.jpg" alt="" width="90" height="70" />Misteri munculnya aurora hijau yang tampak menyala-nyala di kutub selatan akhirnya berhasil diungkap oleh para ahli astronomi. Aurora tersebut disebabkan karena adanya perubahan partikel yang<span id="more-5070"></span> berasal dari matahari yang dikenal sebagai angin matahari. Interaksi partikel tersebut dengan medan magnet bumi menyebabkan tumbukan dengan atom oksigen dan nitrogen di atmosfer. Jika terjadi di utara disebut <strong>aurora borealis</strong> dan jika di kutub selatan disebut <strong>aurora australis</strong>.</p>
<p>Gambar di bawah ini diambil selama terjadinya badai geomagnetik yang kemungkinan besar disebabkan oleh terhempasnya corona matahari dalam jumlah besar pada 24 Mei. Atom memancarkan foton sebagai media untuk kembali ke bentuk energi asalnya. Foton membentuk aurora yang kita lihat.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 740px"><img src="http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2010/06/21/article-1288284-0A218E7C000005DC-13_964x640.jpg" alt="" width="730" height="484" /><p class="wp-caption-text">Aurora Australis (Southern Lights). Gambar ini diambil dari stasiun luar angkasa internasional (ISS)</p></div>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 740px"><img src="http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2010/06/21/article-1288284-0050C62B00000258-703_964x723.jpg" alt="" width="730" height="547" /><p class="wp-caption-text">Gambar Aurora Australis di stasiun Amundsen-Scott di Kutub Selatan pada tahun 2002</p></div>
<p>Referensi: http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-1288284/Revealed-The-stunning-green-glow-Southern-Lights-photographed-astronauts-ABOVE.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.adipedia.com/misteri-aurora-hijau-di-kutub-selatan-akhirnya-terungkap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Tata Surya: Planet Merkurius</title>
		<link>http://www.adipedia.com/mengenal-tata-surya-planet-merkurius/</link>
		<comments>http://www.adipedia.com/mengenal-tata-surya-planet-merkurius/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 15:34:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adirossi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Planet]]></category>
		<category><![CDATA[Merkurius]]></category>
		<category><![CDATA[Planet Merkurius]]></category>
		<category><![CDATA[Planet terdekat dengan matahari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.adipedia.com/?p=5006</guid>
		<description><![CDATA[Planet Merkurius adalah planet di terkecil di dalam tata surya dan juga yang terdekat dengan Matahari  dengan kala revolusi 88 hari. Kecerahan planet ini berkisar diantara -2 sampai 5,5 dalam magnitudo tampak namun tidak mudah terlihat karena sudut pandangnya dengan matahari kecil (dengan rentangan paling jauh sebesar 28,3 derajat. Merkurius hanya bisa terlihat pada saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Mengenal Planet Merkurius" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:1zPokRYrHow2BM:http://www.wwu.edu/depts/skywise/planets/mercury.jpg" alt="" width="90" height="90" />Planet Merkurius adalah planet di terkecil di dalam tata surya dan juga yang terdekat dengan Matahari  dengan kala revolusi 88 hari. Kecerahan planet ini berkisar diantara -2 sampai 5,5 dalam magnitudo <span id="more-5006"></span>tampak namun tidak mudah terlihat karena sudut pandangnya dengan matahari kecil (dengan rentangan paling jauh sebesar 28,3 derajat. Merkurius hanya bisa terlihat pada saat subuh atau maghrib. Tidak begitu banyak yang diketahui tentang Merkurius karena hanya satu pesawat antariksa yang pernah mendekatinya yaitu Mariner 10 pada tahun 1974 sampai 1975. Mariner 10 hanya berhasil memetakan sekitar 40 sampai 45 persen dari permukaan planet.</p>
<p>Mirip dengan Bulan, Merkurius mempunyai banyak kawah dan juga tidak mempunyai satelit alami serta atmosfir. Merkurius mempunyai inti besi yang menciptakan sebuah medan magnet dengan kekuatan 0.1% dari kekuatan medan magnet bumi. Suhu permukaan dari Merkurius berkisar antara 90 sampai 700 Kelvin (-180 sampai 430 derajat celsius),</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 208px"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/30/Mercury_in_color_-_Prockter07_centered.jpg/240px-Mercury_in_color_-_Prockter07_centered.jpg" alt="" width="198" height="197" /><p class="wp-caption-text">Gambar warna  semu Merkurius oleh MESSENGER</p></div>
<p>Pengamatan tercatat dari Merkurius paling awal dimulai dari zaman orang Sumeria pada milenium ke tiga sebelum masehi. Bangsa Romawi menamakan planet ini dengan nama salah satu dari dewa mereka, Merkurius (dikenal juga sebagai Hermes pada mitologi Yunani dan Nabu pada mitologi Babilonia). Lambang astronomis untuk merkurius adalah abstraksi dari kepala Merkurius sang dewa dengan topi bersayap diatas caduceus. Orang Yunani pada zaman Hesiod menamai Merkurius Stilbon dan Hermaon karena sebelum abad ke lima sebelum masehi mereka mengira bahwa Merkurius itu adalah dua benda antariksa yang berbeda, yang satu hanya tampak pada saat matahari terbit dan yang satunya lagi hanya tampak pada saat matahari terbenam. Di India, Merkurius dinamai Budha (बुध), anak dari Candra sang bulan. Di budaya Tiongkok, Korea, Jepang dan Vietnam, Merkurius dinamakan &#8220;bintang air&#8221;. Orang-orang Ibrani menamakannya Kokhav Hamah (כוכב חמה), &#8220;bintang dari yang panas&#8221; (&#8220;yang panas&#8221; maksudnya matahari). Diameter Merkurius 40% lebih kecil daripada Bumi (4879,4 km), dan 40% lebih besar daripada Bulan. Ukurannya juga lebih kecil (walaupun lebih padat) daripada bulan Jupiter, Ganymede dan bulan Saturnus, Titan.</p>
<p>Dengan diameter sebesar 4879 km di katulistiwa, Merkurius adalah planet terkecil dari empat planet kebumian di Tata Surya. Merkurius terdiri dari 70% logam dan 30% silikat  serta mempunyai kepadatan sebesar 5,43 g/cm3 hanya sedikit dibawah kepadatan Bumi. Namun apabila efek dari tekanan gravitasi tidak dihitung maka Merkurius lebih padat dari Bumi dengan kepadatan tak terkompres dari Merkurius 5,3 g/cm3 dan Bumi hanya 4,4 g/cm3.</p>
<p>Kepadatan Merkurius digunakan untuk menduga struktur dalamnya. Kepadatan Bumi yang tinggi tercipta karena tekanan gravitasi, terutamanya di bagian inti. Merkurius namun jauh lebih kecil dan bagian dalamnya tidak terdapat seperti bumi sehingga kepadatannya yang tinggi diduga karena planet tersebut mempunyai inti yang besar dan kaya akan besi. Para ahli bumi menaksir bahwa inti Merkurius menempati 42 % dari volumenya (inti Bumi hanya menempati 17% dari volume Bumi). Menurut riset terbaru, kemungkinan besar inti Merkurius adalah cair.</p>
<p>Mantel setebal 600 km menyelimuti inti Merkurius dan kerak dari Merkurius diduga setebal 100 sampai 200 km. Permukaan merkurius mempunyai banyak perbukitan yang kurus, beberapa mencapai ratusan kilometer panjangnya. Diduga perbukitan ini terbentuk karena inti dan mantel Merkurius mendingin dan menciut pada saat kerak sudah membatu.</p>
<p><strong>Struktur Dalam</strong></p>
<p>Merkurius mengandung besi lebih banyak dari planet lainnya di tata surya dan beberapa teori telah diajukan untuk menjelaskannya. Teori yang paling luas diterima adalah bahwa Merkuri pada awalnya mempunyai perbandingan logam-silikat mirip dengan meteor Kondrit umumnya dan mempunyai massa sekitar 2,25 kali massanya yang sekarang. Namun pada awal sejarah tata surya, merkurius tertabrak oleh sebuah planetesimal berukuran sekitar seperenam dari massanya. Benturan tersebut telah melepaskan sebagian besar dari kerak dan mantel asli Merkurius dan meninggalkan intinya. Proses yang sama juga telah diajukan untuk menjelaskan penciptaan dari Bulan.</p>
<p>Teori yang lain menyatakan bahwa Merkurius mungkin telah terbentuk dari nebula Matahari sebelum energi keluaran Matahari telah stabil. Merkurius pada awalnya mempunyai dua kali dari massanya yang sekarang, namun dengan mengambangnya protomatahari, suhu di sekitar merkuri dapat mencapai sekitar 2500 sampai 3500 Kelvin dan mungkin mencapai 10000 Kelvin. Sebagian besar permukaan Merkurius akan menguap pada temperatur seperti itu, membuat sebuah atmosfir &#8220;uap batu&#8221; yang mungkin tertiup oleh angin matahari</p>
<p>Teori ketiga mengajukan bahwa mengakibatkan tarikan pada partikel yang darinya Merkurius akan terbentuk sehingga partikel yang lebih ringan hilang dari materi pengimbuhan. Masing-masing dari teori ini memprediksikan susunan permukaan yang berbeda. Dua misi antariksa di masa datang, MESSENGER dan BepiColombo akan menguji teori-teori ini.</p>
<p><object width="740" height="370"><param name="movie" value="file.swf"><embed src="http://s.ngeo.com/wpf/media-live/0/26/mercury-cb1262885199.swf" width="740" height="370"></embed></object></p>

<table id="wp-table-reloaded-id-5-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-5">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th colspan="2" class="column-1 colspan-2"><h3>Data Planet Merkurius</h3></th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1"><strong>Aphelion</strong></td><td class="column-2">69.816.900 km</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1"><strong>Perihelion</strong></td><td class="column-2">46.001.200 km</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1"><strong>Periode orbit</strong></td><td class="column-2">87,969 1 hari</td>
	</tr>
	<tr class="row-5 odd">
		<td class="column-1"><strong>Kecepatan orbit rata-rata</strong></td><td class="column-2">47,87 km/s</td>
	</tr>
	<tr class="row-6 even">
		<td class="column-1"><strong>Suhu permukaan</strong></td><td class="column-2">Min= -170 C, Max= 430 C</td>
	</tr>
	<tr class="row-7 odd">
		<td class="column-1"><strong>Diameter</strong></td><td class="column-2">4879.4 km</td>
	</tr>
	<tr class="row-8 even">
		<td class="column-1"><strong>Satelit</strong></td><td class="column-2">Tidak ada</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.adipedia.com/mengenal-tata-surya-planet-merkurius/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa itu Lubang Hitam (Black Hole) dan Bagaimana Lubang Hitam Terbentuk?</title>
		<link>http://www.adipedia.com/apa-itu-lubang-hitam-black-hole-dan-bagaimana-lubang-hitam-terbentuk/</link>
		<comments>http://www.adipedia.com/apa-itu-lubang-hitam-black-hole-dan-bagaimana-lubang-hitam-terbentuk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 06:35:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adirossi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lubang Hitam]]></category>
		<category><![CDATA[Apa itu lubang hitam?]]></category>
		<category><![CDATA[Bagaimana proses terbentuknya lubang hitam (black hole)?]]></category>
		<category><![CDATA[Black Hole]]></category>
		<category><![CDATA[Lubang hitam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.adipedia.com/?p=4998</guid>
		<description><![CDATA[Kita sering mendengar istilah lubang hitam (black hole). Apa sebenarnya lubang hitam itu dan bagaimana ia bisa terbentuk?. Lubang hitam (black hole) adalah sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi  yang sangat besar. Gaya gravitasi  yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Medan gravitasi begitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Apa itu Lubang Hitam (Black Hole) dan Bagaimana Lubang Hitam Bisa Terbentuk?" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:wQmZn2-laWlfWM:http://www.science.psu.edu/alert/images/AshtekarBlackhole.jpg" alt="" width="90" height="70" />Kita sering mendengar istilah <strong>lubang hitam</strong> <em>(black hole).</em> Apa sebenarnya lubang hitam itu dan bagaimana ia bisa terbentuk?. Lubang hitam <em>(black hole)</em> adalah sebuah pemusatan massa yang cukup <span id="more-4998"></span>besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi  yang sangat besar. Gaya gravitasi  yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Medan gravitasi begitu kuat sehingga kecepatan lepas di dekatnya mendekati kecepatan cahaya.</p>
<p>Tak ada sesuatu, termasuk radiasi elektromagnetik yang dapat lolos dari gravitasinya, bahkan cahaya hanya dapat masuk tetapi tidak dapat keluar atau melewatinya, dari sini diperoleh kata &#8220;hitam&#8221;. Istilah &#8220;lubang hitam&#8221; telah tersebar luas, meskipun ia tidak menunjuk ke sebuah lubang dalam arti biasa, tetapi merupakan sebuah wilayah di angkasa di mana semua tidak dapat kembali. Secara teoritis, lubang hitam dapat memliki ukuran apa pun, dari mikroskopik sampai ke ukuran alam raya yang dapat diamati.</p>
<p><img src="https://lasers.llnl.gov/programs/images/nasa_black_hole.jpg" alt="https://lasers.llnl.gov/programs/images/nasa_black_hole.jpg" /></p>
<p>Lubang hitam muncul ketika sebuah bintang yang besar dan padat (masif, berukuran 8-100 kali massa matahari) di sebuah supernova meredup dan mati dengan membakar seluruh tenaga nuklirnya. Gaya gravitasi menarik berat maha besar dari lapisan-lapisan luar bintang itu untuk ikut meluruh ke arah inti.</p>
<p>&#8216;Permukaan&#8217; dari sebuah lubang hitam disebut dengan sebuah event horizon. Hancurnya gaya gravitasi menjadikan hampir seluruh cahaya tidak dapat melepaskan diri dan tidak ada satu pun informasi dari permukaan itu yang berhasil lolos.</p>
<p>Sama halnya dengan figur kartun Cheshire Cat yang muncul lalu menghilang dalam gelap dengan hanya meninggalkan senyumnya, sebuah lubang hitam mewakili bahan-bahan yang hanya meninggalkan gravitasinya saja.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 740px"><img src="http://lh5.ggpht.com/_ilsa7_npS7A/TB2z-u-BFGI/AAAAAAAABNo/MGiPYzn9BJY/lubanghitam.jpg" alt="" width="730" height="584" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi lubang hitam di depan Magellanic Cloud</p></div>
<p>Sebagian kalangan berpikir banyak lubang hitam kecil terbentuk di awal mula pembentukan jagat raya, Big Bang. Kemungkinan galaksi kita juga memiliki berlimpah lubang hitam mini.</p>
<p>Pada prinsipnya, lubang hitam memiliki massa yang berbeda-beda. Lubang hitam yang terbentuk melalui kematian bintang-bintang sedikitnya memiliki massa dua kali daripada massa matahari kita. Tetapi kerapatannya bisa semiliar kali lebih padat daripada matahari kita.</p>
<p>Tidak seperti benda-benda pada umumnya, seperti bebatuan, yang secara kasar memiliki ukuran proporsional dengan akar persegi massa, lubang-lubang hitam memiliki proporsi radial terhadap massa-nya.</p>
<p>Secara virtual, bintang biasanya mati dan menghilang dari jagat raya ke bentuk sebuah titik dengan kerapatan yang tidak terbatas (event horizon) dimana hukum-hukum relativitas umum yang biasanya berlaku untuk ruang dan waktu luluh. Hukum-hukum fisika kuantum menyatakan, informasi-informasi itu tidak mungkin hilang sepenuhnya.</p>
<p>Namun, Hawking dan teman-temannya berpendapat medan gravitasi ekstrem dari lubang hitam dapat menjadi pengecualian dari hukum-hukum itu.</p>
<p>Radius sebuah lubang hitam (Rs) = 2MG/v^2. Dimana M adalah massa lubang hitam, G adalah konstanta Gravitasi, dan v adalah kecepatan yang dibutuhkan suatu obejk untuk menghindar dari gaya tarik gravitasi. Untuk kasus lubang hitam v adalah c atau kecepatan cahaya.</p>
<p>Referensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Lubang_hitam, http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&amp;1133612136&amp;32</p>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">
<p><span style="font-family: helvetica; color: #000000; font-size: x-small;">Lubang hitam muncul  ketika sebuah bintang yang besar dan padat (masif, berukuran 8-100 kali  massa matahari) di sebuah supernova meredup dan mati dengan membakar  seluruh tenaga nuklirnya. </span></p>
<p><span style="font-family: helvetica; color: #000000; font-size: x-small;">Lubang hitam muncul  ketika sebuah bintang yang besar dan padat (masif, berukuran 8-100 kali  massa matahari) di sebuah supernova meredup dan mati dengan membakar  seluruh tenaga nuklirnya. Gaya gravitasi menarik berat maha besar dari  lapisan-lapisan luar bintang itu untuk ikut meluruh ke arah inti. </span></p>
<p><span style="font-family: helvetica; color: #000000; font-size: x-small;"> &#8216;Permukaan&#8217; dari sebuah  lubang hitam disebut dengan sebuah event horizon. Hancurnya gaya  gravitasi menjadikan hampir seluruh cahaya tidak dapat melepaskan diri  dan tidak ada satu pun informasi dari permukaan itu yang berhasil lolos. </span></p>
<p><span style="font-family: helvetica; color: #000000; font-size: x-small;"> Sama halnya dengan  figur kartun Cheshire Cat yang muncul lalu menghilang dalam gelap dengan  hanya meninggalkan senyumnya, sebuah lubang hitam mewakili bahan-bahan  yang hanya meninggalkan gravitasinya saja. </span></p>
<p><span style="font-family: helvetica; color: #000000; font-size: x-small;"> Sebagian kalangan  berpikir banyak lubang hitam kecil terbentuk di awal mula pembentukan  jagat raya, Big Bang. Kemungkinan galaksi kita juga memiliki berlimpah  lubang hitam mini. </span></p>
<p><span style="font-family: helvetica; color: #000000; font-size: x-small;"> Pada prinsipnya, lubang  hitam memiliki massa yang berbeda-beda. Lubang hitam yang terbentuk  melalui kematian bintang-bintang sedikitnya memiliki massa dua kali  daripada massa matahari kita. Tetapi kerapatannya bisa semiliar kali  lebih padat daripada matahari kita. </span></p>
<p><span style="font-family: helvetica; color: #000000; font-size: x-small;"> Tidak seperti  benda-benda pada umumnya, seperti bebatuan, yang secara kasar memiliki  ukuran proporsional dengan akar persegi massa, lubang-lubang hitam  memiliki proporsi radial terhadap massa-nya. </span></p>
<p><span style="font-family: helvetica; color: #000000; font-size: x-small;"> Secara virtual, bintang  biasanya mati dan menghilang dari jagat raya ke bentuk sebuah titik  dengan kerapatan yang tidak terbatas (event horizon) dimana hukum-hukum  relativitas umum yang biasanya berlaku untuk ruang dan waktu luluh.  Hukum-hukum fisika kuantum menyatakan, informasi-informasi itu tidak  mungkin hilang sepenuhnya. </span></p>
<p><span style="font-family: helvetica; color: #000000; font-size: x-small;"> Namun, Hawking dan  teman-temannya berpendapat medan gravitasi ekstrem dari lubang hitam  dapat menjadi pengecualian dari hukum-hukum itu. </span></p>
<p><span style="font-family: helvetica; color: #000000; font-size: x-small;"> Radius sebuah lubang  hitam (Rs) = 2MG/v^2. Dimana M adalah massa lubang hitam, G adalah  konstanta Gravitasi, dan v adalah kecepatan yang dibutuhkan suatu obejk  untuk menghindar dari gaya tarik gravitasi. Untuk kasus lubang hitam v  adalah c atau kecepatan cahaya. </span></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.adipedia.com/apa-itu-lubang-hitam-black-hole-dan-bagaimana-lubang-hitam-terbentuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3,5 Miliar Tahun Lalu Planet Mars Memiliki Samudra Luas Seperti Bumi</title>
		<link>http://www.adipedia.com/35-miliar-tahun-lalu-planet-mars-memiliki-samudra-luas-seperti-bumi/</link>
		<comments>http://www.adipedia.com/35-miliar-tahun-lalu-planet-mars-memiliki-samudra-luas-seperti-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 16:01:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adirossi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Planet]]></category>
		<category><![CDATA[Tahukah Kamu]]></category>
		<category><![CDATA[Ada laut di Mars]]></category>
		<category><![CDATA[Laut di planet Mars]]></category>
		<category><![CDATA[Samudra di Planet Mars]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.adipedia.com/?p=4791</guid>
		<description><![CDATA[Dahulu kala planet Mars adalah sebuah planet yang memiliki samudra luas layaknya bumi. Samudra tersebut diperkirakan meliputi 36 % dari keseluruhan luas planet Mars dengan jumlah air sekitar 30 juta kubik mil air. Hal itu terjadi 3.5 miliar tahun yang lalu. Bukan hanya itu, dulu planet Mars juga terjadi hujan, sehingga sangat dimungkinkan di sana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="3,6 Miliar Tahun Lalu Planet Mars Memiliki Samudra Luas Seperti Bumi" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:9FogmAcQOhnoyM:http://cthumb.sourceforge.net/ex22-oak/marsglobe1.jpg" alt="" width="90" height="90" />Dahulu kala <a href="http://www.adipedia.com/tag/planet/" target="_blank">planet</a> Mars adalah sebuah planet yang memiliki samudra luas layaknya bumi. Samudra tersebut diperkirakan meliputi 36 % dari keseluruhan luas planet Mars dengan jumlah air sekitar 30 juta <span id="more-4791"></span>kubik mil air. Hal itu terjadi 3.5 miliar tahun yang lalu.</p>
<p>Bukan hanya itu, dulu planet Mars juga terjadi hujan, sehingga sangat dimungkinkan di sana pernah ada kehidupan.Penelitian itu didasarkan atas sebuah studi yang dilakukan terhadap delta yang ada pada sungai-sungai kering dan ribuan lembah sungai yang terdapat di permukaan Mars.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 644px"><img src="http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2010/06/13/article-0-0A032306000005DC-670_634x809.jpg" alt="Life-sustaining: The ocean and shoreline of Mars as it might have  looked 3.5billion years ago" width="634" height="809" /><p class="wp-caption-text">Keadaan di Planet Mars, 3.5 miliar tahun yang lalu</p></div>
<div>
<p>Para ilmuwan dari University of Colorado di Boulder tidak mengetahui dengan pasti mengapa air tersebut lenyap, tapi banyak jejak tetap berada di laut es yang terkubur di bawah permukaan.</p>
</div>
<p><strong>Dr Brian Hynek</strong>, yang mengambil bagian dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience, berkata &#8220;Mars mungkin pernah memiliki siklus air seperti Bumi dengan hujan yang jatuh ke sungai dan laut, menguap ke atmosfir dan membentuk awan.&#8221;</p>
<div>
<div>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 644px"><img src="http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2010/06/13/article-0-0A032236000005DC-140_634x326.jpg" alt="Vast: Mars's northern hemisphere ocean may have held 10 times more  water than all the Earth's, research suggests" width="634" height="326" /><p class="wp-caption-text">Penelitan menunjukkan, laut belahan bumi utara Mars, memiliki air 10 kali lebih banyak dari seluruh bumi</p></div>
</div>
</div>
<div>
<p>Laut Mars yang belum diberi nama berisi sekitar sepersepuluh dari semua air yang ditemukan di lautan bumi, katanya. Mars sedikit lebih dari setengah ukuran Bumi.</p>
<p>Menggunakan peta yang terperinci dari NASA dan pesawat ruang angkasa European Space Agency, para peneliti melihat sisa-sisa 52 delta sungai, masing-masing terdiri dari lembah-lembah sungai banyak.</p>
<p>Lebih dari setengah berada di ketinggian yang sama dan muncul untuk menandai batas-batas samudra besar. Jumlah air di laut akan membentuk lapisan setara dengan 1.800 kaki menyebar di seluruh planet.</p>
<p><strong>Dr Gaetano Di Achille</strong> berkata: &#8220;Di Bumi, delta dan danau yang sangat baik untuk mengetahui tanda-tanda kehidupan masa lalu. Jika kehidupan pernah muncul di Mars, delta dapat menjadi kunci untuk membuka masa lalu biologis Mars &#8216;. &#8221;</p>
<p>Sebuah studi kedua juga mendeteksi sekitar 40.000 lembah-lembah sungai empat kali lebih banyak dari yang terlihat sebelumnya. Lembah adalah sumber sedimen yang dibawa ke hilir dan dibuang ke delta-delta.</p>
<div>
<p>Dr Hynek berkata: &#8216;Kelimpahan lembah sungai ini dibutuhkan sejumlah besar curah hujan. &#8221;</p>
<div>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 316px"><img src="http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2010/06/13/article-0-022A78580000044D-483_306x295.jpg" alt="Barren: Dry and dusty, how Mars looks today" width="306" height="295" /><p class="wp-caption-text">Keadaaan Mars sekarang,  kering dan berdebu</p></div>
</div>
<p>Gagasan besar tentang samudra kuno di Mars telah diperdebatkan selama dua dekade. Namun, studi baru memberikan bukti kuat bahwa laut memang pernah ada dan menimbulkan pertanyaan menggoda tentang sejarah planet itu.</p>
<p>&#8220;Salah satu pertanyaan utama kami ingin menjawab adalah ke mana semua air di Mars pergi,&#8221; kata Dr Di Achille.</p>
<p>Misi untuk Mars yang akan datang yaitu termasuk NASA&#8217;s Mars Atmosphere and Volatile Evolution project pada 2013, untuk memecahkan misteri tersebut.</p>
</div>
</div>
<p>Referensi: http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-1286370/The-red-plains-Mars-covered-vast-ocean.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.adipedia.com/35-miliar-tahun-lalu-planet-mars-memiliki-samudra-luas-seperti-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Badai Matahari (Solar Storm) dan Dampaknya Terhadap Bumi</title>
		<link>http://www.adipedia.com/badai-matahari-solar-storm-dan-dampaknya-terhadap-bumi/</link>
		<comments>http://www.adipedia.com/badai-matahari-solar-storm-dan-dampaknya-terhadap-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 00:03:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adirossi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Tahukah Kamu]]></category>
		<category><![CDATA[Apa itu badai matahari]]></category>
		<category><![CDATA[Badai Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[coronal mass ejection (CME)]]></category>
		<category><![CDATA[Penyebab terjadinya badai matahari]]></category>
		<category><![CDATA[Solar Storm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.adipedia.com/?p=4763</guid>
		<description><![CDATA[Badai matahari (solar storm) sangat mencemaskan banyak ahli astronomi, pasalnya hal tersebut dapat menyebabkan efek negatif pada bumi. Badai matahari berupa bintik hitam (sunspot) yang diikuti badai dan flare. Apa sebenarnya badai matahari itu dan bagaimana dampaknya terhadap bumi? Nah berikut ini penjelasan rincinya. Badai matahari atau coronal mass ejection (CME)adalah proses keluarnya atau terlemparnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Badai Matahari (Solar Storm) dan Dampaknya Terhadap Bumi" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:0fKLUTYzHs5zXM:http://members.cox.net/renegade_sith2/miscjunk/solar-flare.jpg" alt="" width="90" height="70" /><strong>Badai matahari</strong> (solar storm) sangat mencemaskan banyak ahli astronomi, pasalnya hal tersebut dapat menyebabkan efek negatif pada bumi. Badai matahari berupa bintik hitam (sunspot) yang diikuti badai <span id="more-4763"></span>dan flare. Apa sebenarnya badai matahari itu dan bagaimana dampaknya terhadap bumi? Nah berikut ini penjelasan rincinya.</p>
<p><strong>Badai matahari</strong> atau <em>coronal mass ejection</em> (CME)adalah proses keluarnya atau terlemparnya material dari korona matahari. Material yang keluar ini adalah plasma yang terdiri dari elektron dan proton (selain jumlah kecil dari unsur-unsur yang lebih berat seperti helium, oksigen, dan besi), ditambah medan magnet dari dalam dalam korona.</p>
<p>Sebagai pusat peredaran planet-planet di tata surya, matahari merupakan sumber energi bagi makhluk di bumi. Energi itu dihasilkan dari reaksi termonuklir untuk mengubah hidrogen menjadi helium yang terjadi di dekat inti matahari. Suhu di bagian pusat matahari yang terdiri dari gas berkerapatan 100 kali kerapatan air di bumi itu, mencapai 15 juta derajat Celsius.</p>
<h4>Proses terjadinya badai matahari</h4>
<p>Sebagai pusat peredaran planet-planet di tata surya, matahari merupakan  sumber energi bagi makhluk di bumi. Energi itu dihasilkan dari reaksi  termonuklir untuk mengubah hidrogen menjadi helium yang terjadi di dekat  inti matahari. Suhu di bagian pusat matahari yang terdiri dari gas  berkerapatan 100 kali kerapatan air di bumi itu, mencapai 15 juta  derajat Celsius.</p>
<p>Di dalam perut matahari terjadi rotasi dan aliran massa atau konveksi yang memengaruhi gaya magnetnya. Pada aktivitas tinggi, gaya magnet ini bisa terpelintir atau berpusar hingga menembus permukaan matahari membentuk kaki-kaki, yang tampak bagai <strong>bintik hitam</strong>.</p>
<p>Bintik hitam matahari memiliki diameter sekitar 32.000 kilometer, umumnya terdiri dari dua bagian, yaitu bagian dalam yang disebut umbra, berdiameter 13.000 km atau seukuran diameter rata-rata bumi dan bagian luar disebut penumbra yang garis tengahnya kurang lebih 19.000 km. Suhu penumbra lebih panas dan warnanya lebih cerah dibanding umbra.</p>
<p>Suhu gas yang terbentuk di lapisan fotosfer dan kromosfer di atas kelompok bintik hitam itu naik sekitar 800Âº Celsius di atas suhu normalnya. Akibatnya, gas ini memancarkan sinar lebih besar dibandingkan dengan gas di sekelilingnya.</p>
<p><img id="imgb" src="http://mensa-barbie.com/bloggerimages/earth_solarflarejup" alt="" width="398" height="398" /></p>
<p>Setelah beberapa hari, pelintiran magnetik ini terpecah menjadi beberapa pelintiran lebih tipis. Masing-masing bergerak melintasi permukaan ke berbagai arah hingga menghilang.</p>
<p>Seperti di bumi, di permukaan matahari pun terjadi badai. Badai matahari (solar storm) terjadi di daerah kromosfer dan korona berada di atas kawasan munculnya bintik-bintik hitam. Beberapa badai matahari juga muncul ketika terjadi ledakan cahaya atau <strong>flare</strong>. Ketika flare muncul, terjadi pelepasan sejumlah besar energi. Umumnya, kian banyak bintik hitam terbentuk, maka flare pun makin banyak.</p>
<h4>Dampak</h4>
<p>Flare yang mengeluarkan partikel kecepatan tinggi dalam badai matahari menyebabkan timbulnya tekanan pada magnetosfer bumi hingga mengakibatkan badai magnetik di bumi. Fenomena ini mengganggu komunikasi radio dan membuat jarum kompas berputar liar di bumi.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 230px"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/37/LASCO20011001.gif/220px-LASCO20011001.gif" alt="" width="220" height="220" /><p class="wp-caption-text">Badai matahari 2001 (image credit: wikipedia)</p></div>
<p>Bintik hitam matahari dan flare, menurut Sri Kaloka, Kepala Pusat Pengamatan Dirgantara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), telah menimbulkan dampak berarti di beberapa wilayah di bumi terutama di lintang tinggi karena meningkatnya elektron di lapisan ionosfer. Tahun 1980-an, misalnya, pembangkit listrik di Quebec, Kanada, padam akibat terpengaruh badai matahari.</p>
<p>Gangguan di lapisan ionosfer di ketinggian 60 km-6.000 km dari permukaan bumi ini juga menyebabkan kekacauan dalam penyampaian sinyal komunikasi frekuensi tinggi, yang menggunakan lapisan itu sebagai media pemantul sinyal. Sistem navigasi dengan satelit global positioning system menjadi tidak akurat.</p>
<p>Jumlah bintik hitam yang tampak dari pengamatan dari bumi bervariasi, dari 1-100 titik. Bintik ini butuh waktu 11 tahun untuk mencapai jumlah tertinggi, lalu menurun lagi. Periode ini disebut siklus bintik matahari.</p>
<p>Sri Kaloka mengingatkan, puncak jumlah bintik hitam dapat terjadi lagi tahun 2011. Karena itu, semua pihak yang berkaitan dengan potensi dampak hendaknya mengantisipasi.</p>
<p>Data pemantauan bintik matahari dan flare terpantau di Pusat Pengamatan Dirgantara Lapan di Tanjungsari, Sumedang, sejak stasiun itu beroperasi 1975. Data itu dapat dimanfaatkan semua pihak yang berkepentingan. Hasilnya dikirimkan ke Bank Data di Swiss, urai Sri.</p>
<h4>Periode dingin</h4>
<p>Dalam kondisi ekstrem, baik tinggi maupun rendah, bintik hitam atau flare memberi dampak buruk bagi kondisi di bumi. Saat ini kejadian bintik hitam, menurut Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Mezak Ratag, justru dalam titik terendah.</p>
<p>Bintik hitam adalah indikator aktivitas matahari. Bila sedikit jumlahnya, energi yang dipancarkan matahari berkurang, yaitu 0,1 persen pada cahaya tampak, tetapi bisa puluhan persen pada ultraviolet. Kejadian bintik matahari bisa berkurang akibat menurunnya aktivitas dinamo matahari, konveksi, dan atau tekanan radiasi dari reaksi nuklir di pusat matahari.</p>
<p>Dalam beberapa tahun terakhir terjadi anomali aktivitas matahari itu. Hanya beberapa hari saja dalam dua tahun terakhir ini terpantau aktivitas bintik matahari, ujar Mezak. Kondisi permukaan matahari hampir tanpa sunspot dalam beberapa tahun terakhir itu dikhawatirkan mengarah pada minimum Maunder kedua setelah kejadian pendinginan global sekitar tahun 1600-an.</p>
<p>Rendahnya aktivitas matahari berarti berkurangnya suplai panas ke bumi secara rata-rata global dalam skala waktu tahunan bukan harian atau bulanan. Akan tetapi, pemanasan lokal masih bisa terjadi. Seperti beberapa bulan terakhir, suhu laut di bagian timur agak hangat, urai Mezak.</p>
<p>Berkurangnya suplai energi dari matahari pada bumi menyebabkan berkurangnya pemanasan lautan, berarti pula penguapan air laut yang akan menjadi hujan pun rendah.</p>
<p>Menurunnya suplai energi matahari juga melemahkan monsun. Gerakan angin monsun terjadi karena perbedaan panas antarlautan dan benua berdasarkan posisi garis edar matahari.</p>
<p>Pengaruh matahari ini tidak berkorelasi dengan peningkatan suhu udara beberapa pekan terakhir. Tingginya suhu udara di bumi disebabkan tingginya uap air, tetapi sedikit yang terbentuk menjadi awan, sedangkan matahari sudah di lintang selatan. Cahaya matahari sampai ke permukaan bumi tanpa halangan awan. Namun, inframerah yang dipancarkan ke bumi tertahan uap air sehingga menaikkan suhu. Uap air banyak dari laut.</p>
<p>Itu dijelaskan Mezak selaku Executive Panel Riset Monsun Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada pertemuan WMO di Beijing, Selasa (21/10), berdasarkan laporan sejumlah ilmuwan dari AS, China, dan Australia. Mereka mengatakan, ada tren pelemahan monsun di berbagai tempat di bumi. Di Indonesia, kondisi itu mengakibatkan pelemahan monsun rata-rata dalam beberapa tahun terakhir, tetapi variasinya dari tahun ke tahun bisa besar, tambahnya.</p>
<p>Senin (20/10), Pusat Data Aktivitas Matahari (SIDC) di Belgia menghentikan peringatan All Quiet Alert, karena peneliti di sana mendeteksi adanya aktivitas di matahari. Namun, laporan ini belum final, mengingat banyak pakar astrofisika matahari meyakini perioda aktivitas rendah ini masih akan berlangsung lama hingga berdampak pendinginan global (global cooling).</p>
<p>Pada kondisi belakangan ini, China mengalami musim dingin paling dingin dalam 100 tahun terakhir, Amerika Utara mencatat rekor tinggi salju, Inggris mengalami April terdingin.</p>
<p>Kondisi ini bukan pertama kali ini terjadi. Dari catatan sejarah, tahun 1645-1715 matahari hampir tanpa bintik, aktivitasnya sangat lemah. Pada kurun waktu itu, suhu permukaan global sangat rendah sehingga dinamakan Zaman Es Kecil.</p>
<p>Referensi: http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&amp;1224679057&amp;12, http://en.wikipedia.org/wiki/Coronal_mass_ejection</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.adipedia.com/badai-matahari-solar-storm-dan-dampaknya-terhadap-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mira (Omicron Ceti) Bintang Raksasa yang Memiliki Ekor</title>
		<link>http://www.adipedia.com/mira-omicron-ceti-bintang-raksasa-yang-memiliki-ekor/</link>
		<comments>http://www.adipedia.com/mira-omicron-ceti-bintang-raksasa-yang-memiliki-ekor/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2010 14:31:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adirossi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bintang]]></category>
		<category><![CDATA[Bintang berekor]]></category>
		<category><![CDATA[Bintang Mira]]></category>
		<category><![CDATA[Bintang Omicron Ceti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.adipedia.com/?p=4760</guid>
		<description><![CDATA[Mira atau Omicron Ceti adalah nama sebuah bintang raksasa merah yang memiliki ekor yang diperkirakan berjarak 200-400 tahun cahaya jauhnya di konstelasi Cetus. Wujudnya sebagai raksasa merah yang kembang-kempis dan secara periodik dan bisa diamati dengan mata telanjang. Bintang itu telah memikat para ahli astronomi sejak 400 tahun lalu. Dibandingkan dengan raksasa merah lainnya, Mira [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Mira (Omicron Ceti) Bintang Raksasa yang Memiliki Ekor" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:jnMlsyfJEKudoM:http://www.foxnews.com/images/304558/0_61_star_mira_full.jpg" alt="" width="90" height="70" /><strong>Mira</strong> atau <strong>Omicron Ceti</strong> adalah nama sebuah <a href="http://www.adipedia.com/tag/bintang/" target="_blank">bintang</a> raksasa merah yang memiliki ekor yang diperkirakan berjarak 200-400 tahun cahaya jauhnya di konstelasi Cetus. Wujudnya sebagai raksasa <span id="more-4760"></span>merah yang kembang-kempis dan secara periodik dan bisa diamati dengan mata telanjang. Bintang itu telah memikat para ahli astronomi sejak 400 tahun lalu.</p>
<p>Dibandingkan dengan raksasa merah lainnya, Mira memang berbeda. Ia bergerak jauh lebih cepat. Saat ini saja, catatan waktunya dalam membelah langit Bima Sakti terekam 130 kilometer per detik atau 300 kali lebih cepat daripada desing peluru. Bintang yang sejatinya akan menghempaskan seluruh komponen gas yang dimilikinya, meredup, lalu mati, itu diduga bisa melesat karena faktor gaya gravitasi bintang-bintang lain yang melintas di dekatnya.</p>
<p>Belum lama ini, misi <em>Galaxy EvolutionExplorer</em> <strong>(Galex)</strong> NASA menemukan satu bukti lagi bahwa Mira memang bukan bintang biasa.Sebuah fenomena mirip ekor komet,hanya berukuran antarbintang, ternyata membuntuti pergerakan Mira selama ini. Belum pernah ditemukan bintang lainnya yang seperti itu.</p>
<p>Misi Galex atau penjelajah evolusi galaksi menemukannya secara tak sengaja ketika memindai langit dengan sinar ultraviolet. Saat itu, Mira bersalin rupa laksana komet dengan ekornya yang begitu dahsyat,terbentang hingga 13 tahun cahaya jauhnya atau 20 ribu kali jarak rata-rata Pluto dari matahari. Jarak itu juga setara dengan jauhnya bintang tetangga terdekat, Proxima Centauri.</p>
<p><img id="imgb" src="http://www.nasa.gov/images/content/185523main_e-516.jpg" alt="" width="482" height="386" /></p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img style="border: 1px solid black;" src="http://science.nasa.gov/media/medialibrary/2007/08/15/15aug_mira_resources/mira1_strip.jpg" border="1" alt="" width="550" height="227" /><p class="wp-caption-text">Ekor Mira sangat panjang hingga 13 tahun cahaya</p></div>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 524px"><img id="imgb" src="http://www.sflorg.com/missionnews/images/immn081507_02_01.jpg" alt="" width="514" height="386" /><p class="wp-caption-text">Mira bergerak dengan kecepatan 130 km per detik</p></div>
<p>&#8220;Saya sangat terkejut ketika pertama kali melihatnya, benar-benar pemandangan tak terduga dari sebuah bintang yang sudah lama terkenal,&#8221;kata Christopher Martin dariCalifornia Institute of Technology di Pasadena, California.</p>
<p>Martin adalah peneliti utama untuk misi penjelajahan itu dan menjadi penulis utamalaporan tentang temuan ekor Mira dalam jurnal Nature edisi15 Agustus lalu. Menurut Martin,&#8221;Sangat mengagumkan bagaimana ekor Mira terbentang dalam skala antarbintang mirip jejak uap air pesawatjet di angkasa ataupun gelombangturbulen di tengah laut gara-gara sebuah kapal cepat.&#8221;</p>
<p>Para astronom lain seperti segerabereaksi dan menyatakan, ekor Miramenawarkan kesempatan unik untuk bisa mempelajari bagaimana bintang-bintang, seperti matahari kita, mati dan menebar bibit sistem tata surya yang baru. Seiring dengan geraknya melanglang jagat raya,ekor Mira itu menyebarkan karbon,oksigen, dan unsur penting lainnya untuk pembentukan bintang-bintang, planet, dan bisa jadikehidupan baru.</p>
<p>Yang lebih mengejutkan lagi, material itu ternyata telah dihambur-hamburkan oleh Mira selama30 ribu tahun. &#8220;Ini jelas-jelas fenomena baru dan kami masihberada dalam proses memahami reaksi fisika apa yang terlibat di dalamnya,&#8221; kata Mark Seibert, kolega Martin,dari Pusat Observasi, Carnegie Institution of Washingtondi Pasadena. &#8220;Kami berharap mampu membaca ekor Mira untuk mempelajari tentang kehidupan bintang,&#8221; katanya menambahkan.</p>
<p>Selain ekor, misi Galex menemukanbusur gelombang kejut sebuah tipe susunan gas panas di muka bintang serta dua arus sinus dari material yang berasal dari muka dan punggung Mira. Para astronom penemunya berpikir bahwa busur gas panas berperan memanaskan gas yang dihempaskan bintang,menyebabkannya bercahaya ketika terpindai spektrum cahaya ultraviolet.</p>
<p>Material yang bersinar itu lalu bergulung-gulung di sekitar punggung bintang, menciptakan sebuah gelombang turbulensi mirip ekoryang sangat panjang. Martin menduga gelombang itu mungkin pernah lebih panjang lagi, &#8220;Tapi telah sirna oleh waktu.&#8221;</p>
<p>Ekor Mira itu hanya berkilau ketika dipindai dengan sinar ultraviolet.Itulah kenapa teleskop lainnya,termasuk Hubble, selama ini tak bisa mendeteksinya.</p>
<p>Martin dan California Institute of Technology berperan memimpin misi dan bertanggung jawab untuk operasi ilmiah dan analisis datanya. Selain dengan Seibert, Martin berkolaborasi dengan astronom dari Yonsei University di Korea Selatan dan Centre National d&#8217;Etudes Spatialesdi Prancis.</p>
<p><strong>Bintang Berekor Sesungguhnya</strong></p>
<p>Selama ini komet dikenal dengan sebutan bintang berekor. Gara-garanya, filsuf Aristoteles dulu melukiskan komet pertama kali sebagai bintang berambut.</p>
<p>Sesungguhnya, komet bukanlah bintang. Obyek yang kebanyakan berasal dari Sabuk Kuiper dan Awan Oort itu sama-sama dengan planet dan asteroid mengorbit matahari. Komet juga tak mengeluarkan cahaya sendiri dan ekornya itu hanya&#8221; sampai 10 juta kilometer.</p>
<p>Ekor Mira jelas tak sebanding dengan ekor-ekor komet. Sisa-sisa material yang dihempaskanMira itu berskala antarbintang. Dalam gambar, Mira melesat dari kiri ke kanan. Begitu cepat sehingga ia menciptakan sebuah busur gelombang kejut terdiri atas gas di mukanya.</p>
<p>Gas itu memanaskan dan bercampur dengan gas hidrogen dingin dalam angin. Gas hidrogen panas kemudian mengalir ke sekitar punggung bintang, menciptakan sebuah riak.</p>
<p>Riak bercahaya karena ketika gas hidrogen dipanaskan,energi gas itu menjadi lebih tinggi. Ia melepaskan energinya dengan cara memancarkan sinar ultraviolet sebuah proses yang disebut fluorescence. Nah, Galex memiliki instrumenspesial yang mampu mendeteksi sinar dengan spektrum gelombang yang sama.</p>
<p><strong>Cantik Karena Renta</strong></p>
<p>Mira atau dikenal juga dengan Omicron Ceti sebenarnya adalah sebuah sistem bintang ganda. Mira A (yang besar dan kini terungkap berekor) tak sendirian berkelana di langit Galaksi Bima Sakti.</p>
<p>Ia ditemani Mira B, sebuah bintang kerdil putih yang berukuran lebih kecildan cukup jauh. Keduanya saling mengorbit satu sama lain secara perlahan di sudut langit konstelasi Cetus, 350 tahun cahaya jauhnya dari bumi.</p>
<p>Miliaran tahun lalu, Mira A seperti mataharikita. Total massanya sebandingmeski diameternya 400 kali lebih besar.Kini Mira A sudah sangat renta. Iamulai tertelan menjadi apa yang biasadisebut bintang raksasa merah sebuah fase yang masih berjarak 4 sampai 5miliar tahun jauhnya untuk matahari kita. Dalam fase ini, Mira A secara periodik tumbuh menjadi cukup terang sehingga bisa diamati dengan mata telanjang daribumi. Mark Seibert menyebutkan, Mira A berkembang dan berkontraksi silih bergantisetiap 332 hari.</p>
<p>Sejatinya, Mira A akan menghempaskan seluruh komponen gas miliknya dan berakhir dalam rupa kepompong penuh warna, disebut nebula. Nebula selanjutnya akan memudar bersama dengan laju waktu, menyisakan inti. Fase terakhir inilah yang disebut bintang kerdil putih.</p>
<p>Baik Mira A maupun Mira B sudah dikenal lebih dari 400 tahun. Bintang ganda itu bahkan sudah digunakan sebagai model standar dalam kelas-kelas astronomi tentang bintang yang berdenyut pada usianya yang senja. Saat itu, kebanyakan dari massanya luruh terbawa angin kosmik.</p>
<p>Mira A berkembang menjadi model favorit karena bukan bintang biasa. Ia bergerak sangat cepat. Desir arus angin yang ditinggalkan di belakangnya mirip ekor yang hanya terlihat dalam spektrum gelombang ultraviolet.</p>
<p>Sumber : Koran Tempo (22 Agustus 2007)</p>
<p>Referensi: http://science.nasa.gov/science-news/science-at-nasa/2007/15aug_mira/, http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&amp;1187863699&amp;23, http://en.wikipedia.org/wiki/Mira</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.adipedia.com/mira-omicron-ceti-bintang-raksasa-yang-memiliki-ekor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Bumi Bisa Berputar / Berotasi?</title>
		<link>http://www.adipedia.com/kenapa-bumi-bisa-berputar-berotasi/</link>
		<comments>http://www.adipedia.com/kenapa-bumi-bisa-berputar-berotasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 03:05:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adirossi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Antariksa]]></category>
		<category><![CDATA[Apa yang menyebabkan bumi berputar (rotasi) dan mengapa bumi bisa berputar?]]></category>
		<category><![CDATA[bumi berputar]]></category>
		<category><![CDATA[Hal-hal yang menyebabkan bumi berputar / berotasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mengapa bumi bisa berputar (berotasi)?]]></category>
		<category><![CDATA[rotasi bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Solar nebula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.adipedia.com/?p=4689</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang menyebabkan bumi bisa berputar/berotasi?. Rotasi bumi menyebabkan terjadinya siang dan malam. Bumi bisa berputar karena sisa momentum gerakan yang dihasilkan dari solar nebula yaitu sebuah tempat dimana semua planet dan Matahari terbentuk di dalamnya. Solar nebula runtuh karena sebuah ledakan supernova yang memberikan daya kejut yang terhantar melalui awan dingin molekul hidrogen. Nah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Mengapa bumi bisa berputar?" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:O3UVA9Sog8B4HM:http://starryskies.com/articles/2003/09/Tearth001.gif" alt="" width="90" height="86" />Apa yang menyebabkan bumi bisa berputar/berotasi?. Rotasi bumi menyebabkan terjadinya siang dan malam. Bumi bisa berputar karena sisa momentum gerakan yang dihasilkan dari <strong>solar nebula</strong> <span id="more-4689"></span>yaitu sebuah tempat dimana semua planet dan Matahari terbentuk di dalamnya.</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 298px"><img src="http://api.ning.com/files/IN49ap-JavmN3V8mtFNRHb5Znc53pK9HKcT9Rflu9MzkTLJggeRayi41mXI2nAZQ1a99XWzd-QzW52L1RpAUcG0aH1A-XBdI/SolarNebula.jpg" alt="" width="288" height="216" /><p class="wp-caption-text">Solar nebula</p></div>
<p>Solar nebula runtuh karena sebuah <strong>ledakan supernova</strong> yang memberikan daya kejut yang terhantar melalui awan dingin molekul hidrogen. Nah, Setiap molekul dalam awan itu punya momentum gerakan sendiri, Setiap molekul dalam awan  itu momentum sendiri, dan saat mereka datang bersama-sama, momentumnya semakin besar. Ini mengatur nebula  matahari berputar, dan menciptakan disk planet. dan saat mereka terkumpul secara bersamaan, momentumnya bertambah. Semakin besar massa sebuah benda, momentum benda tersebut juga semakin besar, itu yang menyebabkan solar nebula berputar. Dari material tersebut kemudian karena gaya gravitasi maka terjadilah akumulasi (penambahan) material yang kemudian bersatu menjadi planet. Pada planet juga sama, berotasi sebagai akibat dari panambahan materi yang menjadi satu, seperti halnya pada solar nebula. Materi itu kemduain memadat dan karena putaran maka tertarik ke inti (ke arah dalam) pusat akumulasi yang kemudian menyebabkan planet menjadi bulat.</p>
<p>Sebagian besar rotasi datang tentang dari <strong>kekekalan momentum sudut.</strong> Momentum sudut dirumuskan <strong>L=m*w*r2</strong> dimana <strong>m</strong> adalah massa, <strong>w</strong> adalah kecepatan  sudut dalam radian per detik, dan <strong>r</strong> adalah jari-jari gerakan  melingkar. Karena kekekalan momentum sudut, jika radius (jarak orbit)  sebuah benda berkurang, maka kecepatan sudutnya meningkat (massa  konstan).</p>
<p>Contoh momentum sudut misalnya jika kita mendorong pintu rumah, bagian tepi pintu bergerak lebih cepat (v besar), sedangkan bagian pintu yang ada di dekat engsel, bergerak lebih pelan (v kecil). Walaupun kecepatan linear setiap bagian benda berbeda-beda, kecepatan sudut semua bagian benda itu selalu sama. Ketika kita mendorong pintu, semua bagian pintu itu, baik tepi pintu maupun bagian pintu yang ada di dekat engsel, berputar menempuh sudut yang sama, selama selang waktu yang sama. Jika pintu berhenti berputar, semua bagian pintu itu ikut2an berhenti berputar (kecepatan sudut = 0). Mirip seperti jika dirimu menghentikan sepeda motor, maka semua bagian sepeda motormu itu ikut-ikutan berhenti bergerak (kecepatan = 0). Ini mengatur perputaran solar nebula, dan menciptakan susunan planet.</p>
<p>Diyakini bahwa tabrakan besar pada awal Tata Surya mungkin sudah merubah rotasi planet. Salah satu contoh akibat tabrakan yang merubah arah rotasi planet adalah tabrakan yang menimpa planet venus. Planet Venus berotasi berlawanan arah (barat ke timur), dan hal yang sama juga mungkin menyebabkan kemiringan 23 derajat saat ini di poros bumi.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 350px"><img id="imgb" src="http://astrolife.netfirms.com/venus_files/Retrogradation_Venus.GIF" alt="" width="340" height="280" /><p class="wp-caption-text">Arah rotasi Venus dan Bumi</p></div>
<p>Karena ruang angkasa adalah ruang hampa, maka tidak ada yang akan menghentikan rotasi bumi atau planet-planet. Seperti gasing berputar yang tidak mengalami gesekan apapun, mereka akan terus berputar selamanya. gravitasi bulan tidak cukup kuat untuk menghentikan rotasi bumi.</p>
<p>Referensi: http://www.knowswhy.com/why-does-the-earth-spin/, http://www.universetoday.com/guide-to-space/earth/why-does-the-earth-rotate/, http://curious.astro.cornell.edu/question.php?number=416</p>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 456px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;"><strong>L=m*w*r2</strong> dimana <strong>m</strong> adalah massa, <strong>w</strong> adalah kecepatan  sudut dalam radian per detik, dan <strong>r</strong> adalah jari-jari gerakan  melingkar. Karena kekekalan momentum sudut, jika radius (jarak orbit)  sebuah benda berkurang, maka kecepatan sudutnya meningkat (massa  konstan).</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.adipedia.com/kenapa-bumi-bisa-berputar-berotasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (enhanced) (user agent is rejected)
Database Caching 1/29 queries in 0.015 seconds using disk

Served from: www.adipedia.com @ 2010-07-30 02:29:33 -->