ICANN Setujui Penggunaan Domain Non-Latin

Kategori:

Sejak dibuka kesempatan memiliki nama domain dengan huruf non Latin mulai tahun lalu, banyak negara yang sudah mendaftarkannya. Namun, baru empat negara yang disetujui ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers).

Masing-masing Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Rusia. Tiga negara menggunakan huruf Arab dalam bentuk sebuah kata, .MESIR, .ASSAUDIYAH, dan .EMIRAT. Sedangkan Rusia memilih .RF dalam huruf Cyrrilic yang merupakan alfabet khas negara tersebut. Keempat nama domain baru yang akan dipakai itu diumumkan ICANN, Kamis (21/1/2010).

Keempat negara akan menerapkan huruf non Latin secara penuh terhadap sistem alamat internet yang baru. Ini berb eda dengan negara-negara lain yang mungkin hanya menggunakannya pada nama domain sementara alamatnya sendiri tetap berhuruf Latin.

"Beberapa negara juga sudah mengusulkan nama domain dengan huruf non Latin lainnya, namun hanya akhirannya yang non Latin," kata Tina Dam, direktur senior ICANN, seperti dirilis AP, Kamis (21/1/2010).

Seperti diketahui, kalimat dalam bahasa Arab ditulis dari kiri ke kanan kebalikannya kalimat dengan huruf Latin. Sementara huruf Cyrrilic pada beberapa karakter mirip huruf Latin sehingga bisa salah tulis.

Keempat negara yang sudah mendapat persetujuan ini harus mengajukan permintaan secara formal kepada ICANN. Selanjutnya, akan diuji coba untuk memastikan tidak menggan ggu sistem pengalamatan internet yang sudah berlaku sebelum diimplementasikan.