Abjad nonlatin akan bisa digunakan untuk alamat internet (domain). Pasalnya, dunia internet akan melakukan perubahan terbesar dengan akan disetujuinya rencana memberlakukan alamat web menggunakan karakter nonlatin. Badan pengatur internet, Icann, akan memutuskan apakah mengizinkan nama domain menggunakan abjad Arab, Cina, dan abjad lainnya, dalam pertemuan tahunan di Seoul.
Saat ini, setengah lebih dari 1,6 miliar penduduk yang menggunakan internet, memakai bahasa dengan abjad nonLatin. Internationalised Domain Names (IDNs) yang pertama akan digunakan tahun depan. Rencana IDNs disetujui pertama kali dalam pertemuan Juni 2008 namun pengujian sistem telah berlangsung selama dua tahun.

[caption id="" align="alignnone" width="438" caption="Pengguna internet di Cina. Populasi internet Cina mencapai 250 juta, menjadi negara dengan pengguna internet terbesar di dunia, mengungguli populasi di Amerika Serikat."]
[/caption]
Jika disetujui hari Jumat ini (30/10), Domain Name System (DNS) akan diubah sehingga dapat dikenali dan diterjemahkan ke abjad nonlatin. DNS bertindak seperti buku telepon yang memudahkan memahami nama-nama domain ke dalam angka-angka komputer yang dikenali yang disebut alamat Internet Protocol (IP).