Mengenal Ejaan Lama Bahasa Indonesia

Kategori:

Silahkan baca artikel ini terlebih dahulu:



Walikota London, Boris Johnson setjara mengedjoetkan, menjoeroeh pendoedoeknja jang boekan penganoet Islam oentoek ikoet mendjalankan poeasa. Menoeroet walikota, djika ikoet berpoeasa, pendoedoek jang kepertjajaannja boekan Islam akan mengenal warga moeslim setjara lebih baik.

Saat diwawantjarai soerat kabar telegraph ia mengatakan, "itoelah sebabnja saja andjoerkan jang non-moeslim oentoek ikoet berpoeasa, teroetama diboelan ramadan, oentoek mentjari tahuoe lebih banjak tentang Islam, Beladjar darinja, djika perloe ikoet berboeka djoega dengan mereka. Tentoenja hoeboengan diantara pendoedoek kota akan lebih njaman dan sedjoek."

Bagaimana, mungkin anda merasa aneh, mengganjal, dan tidak terbiasa dengan ejaan tersebut. Tapi itulah ejaan yang dipakai oleh Indonesia pada sekitar tahun 1901-1945an. Ejaan itu dinamakan Ejaan Van Ophuijsen.

Van Ophuijsen yang memiliki nama lengkap Charles Adriaan van Ophuijsen lahir di Solok, Sumatera Barat, pada tahun 1856. Ia adalah orang Belanda yang suka mempelajari bahasa berbagai suku di Hindia Belanda. Ia bersama Engku Nawawi gelar Soetan Ma'moer dan Moehammad Taib Sutan Ibrahim menyusun ejaan baru untuk mengganti ejaan bahasa Melayu pada tahun 1896.

Pedoman tata bahasa yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan van Ophuijsen itu resmi diakui pemerintah kolonial pada tahun tahun 1901. van Ophuijsen pada tahun 1879 menerbitkan buku yang berjudul "Kijkjes in Het Huiselijk Leven Volkdicht" (Pengamatan Selintas Kehidupan Kekeluargaan Suku Batak) dan "Maleische Spraakkunst" (Tata Bahasa Melayu). Van Ophuijsen menjadi guru besar ilmu bahasa dan kesusasteraan Melayu di Universitas Leiden, Belanda, pada tahun 1904. Charles Adriaan van Ophuijsen meninggal dunia pada tahun 1917.

Ejaan ini digunakan untuk menuliskan kata-kata Melayu menurut model yang dimengerti oleh orang Belanda, yaitu menggunakan huruf Latin dan bunyi yang mirip dengan tuturan Belanda, antara lain:
  • huruf 'j' untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang.
  • huruf 'oe' untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer.
  • tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata ma'moer, akal, ta, pa, dinamai.

Selain itu beerapa huruf seperti huruf C, J, Y, NY, dan KH berbeda penulisannya:



  • 'c' menjadi 'tj' : cuci → tjoetji
  • 'j' menjadi 'dj' : jarak → djarak
  • 'y' menjadi 'j' : sayang → sajang
  • 'ny' menjadi 'nj' : nyamuk → njamoek
  • 'sy' menjadi 'sj' : syarat → sjarat
  • 'ch' menjadi 'kh' : achir → akhir

Nah tertarik ingin mencoba, silahkan komen di bawah dengan menggunakan ejaan tersebut... :D